KPU RI : KPU Sumut Dinilai Berhasil Menjaga Suara Rakyat di Pemilu 2019

MEDAN, BestNews19.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengapresasi KPU Sumut yang telah bekerja keras pada Pemilu 2019 dan berhasil meningkatkan partisipasi pemilih sebesar 81 persen melampaui target nasional yakni 77,5 persen. Hal ini merupakan partisipasi yang terbaik dan menunjukkan pendidikan politik masyarakat Sumut sudah jauh membaik dari sebelumnya.

Hal itu dikatakan Divisi Parmas KPU RI, Wahyu Setyawan didampingi Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin, para komisioner Benget Silitonga, Mulia Banurea pada saat kegiatan Evaluasi Fasilitas Kampanye Pemilihan Umum Serentak 2019 di Gedung KPU Sumut, Kamis (22/08/2019).

Dalam kesempatan itu, ia juga turut bangga terhadap KPU Sumut yang telah berhasil menjaga suara rakyat pada Pemilu 2019 kemarin meskipun berhadapan dengan DKPP. Soal kampanye di Pemilu 2019 kemarin dirinya menilai kalau Partai politik (Parpol) tidak cukup kreatif mengemas metode kampanye dalam Pemilu 2019.

Di mana hampir keseluruhan Parpol mengandalkan alat peraga kampanye dalam berkampanye pada Pemilu lalu. “Seharusnya partai politik kreatif dalam beraktivitas kampanye tidak hanya menggunakan satu metode kampanye saja tetapi juga metode lainnya seperti metode dialogis dengan bertatap muka langsung dengan masyarakat, yang total keseluruhan berjumlah sembilan metode,” kata Wahyu yang tampil sebagai pembicara dalam dialog yang turut juga hadir utusan KPID Sumut Jaramen Purba, Kesbangpolinmas Sumut dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut, Syafrida Rahmawati Rasahan dengan para peserta dari perwakilan partai politik peserta Pemilu, aparat keamanan, lembaga-lembaga NGO/LSM, organisasi wartawan dan media massa.

Dikatakannya, KPU melalui peraturan kampanye memang melakukan pembatasan pemasangan alat peraga kampanye (APK), agar keberadaannya tidak membanjiri sudut kota sehingga menjadi sampah visual. Dengan minimnya alat kampanye warga masih bisa menikmati suasana kota yang indah. Jika partai politik kreatif para Caleg lebih memfokuskan kampanye secara dialogis kepada para konstituennya sebab banyaknya APK tidak menjamin meningkatkan jumlah partisipasi pemilih.

Sementara itu sebelumnya Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin mengatakan Evaluasi Fasilitas Kampanye ini dilaksanakan untuk meminta masukan dari partai politik dan stakeholder KPU terkait kampanye Pemilu serentak 2019 lalu. Di mana intinya ke depannya dalam agenda Pilkada serentak 2020 mendatang sudah ada perbaikan dari regulasi kampanye sebelumnya.

“Intinya semuanya bermuara untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam pilkada serentak 2020 mendatang,” paparnya sembari menyatakan pengaturan dan fasilitas kampanye yang dilakukan KPU juga untuk memberikan rasa keadilan bagi para Caleg dalam berkampanye (Srw/Dnt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *