oleh

Pengambilan Sampel Tanah Badan Geologi Kementrian ESDM di Lokasi Bencana Gempa Bumi Majene – Mamuju Sulbar

SULBAR|MAJENE, BestNews19.com – Pasca gempa bumi Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Sulawesi Barat pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2021, pukul 02.15 Wita dini hari, mendapat perhatian khusus dari team Badan Geologi kementrian ESDM.

Dengan mengunjungi beberapa wilayah yang rawan akan kejadian tanah longsor di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju pasca gempa bumi Sulawesi Barat, badan Geologi Kementrian ESDM, langsung melakukan pengambilan sampel tanah dan bebatuan serta melakukan pendataan di lokasi titik titik rawan bencana alam. Senin (25/01/2021).

“Saat ini kami berada dilokasi yang memang rawan akan bencana alam tanah longsor, jalan untuk daerah Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju sangat bergelombang. Serta kondisi batuan tanah diarea ini adalah lempung dan sisipan lanau, dimana tanah lempung itu lebih kedap air dan mudah longsor.” Ucap koordinator mitigasi gerakan tanah badan Geologi Kementrian ESDM Agus Budianto.

“Dilokasi kita saat ini, tingkat kerawanan bencana tanah longsor sangat besar. Warga yang menggunakan akses jalan poros Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju rata- rata menggunakan kendaraan berat. Dan itu bisa saja membuat tekanan pada lapisan tanah lempung pada akses jalan poros Majene Mamuju.” Jelasnya.

“Akibat dari gempa kemarin, membuat kelemahan terhadap sifat bebatuan di sepanjang jalan poros Kabupaten Majene Kabupaten Mamuju, sehingga membuat bebatuan menjadi retak dan terjadi longsor kecil setelah hujan deras mengguyur daerah pegunungan.” Tutupnya (Ajeng).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed