oleh

Penemuan Mayat Wanita di Ammani Pinrang Masih Tanda Tanya

PINRANG, BestNews19.com – Penemuan mayat Wanita yang terapung di Saluran Tersier Kampung Ammani-Wakka Desa Mattirotasi Kecamatan Lanrisang masih menjadi tanda tanya sejumlah warga yang tinggal disekitar area penemuan mayat.

Mayat wanita yang ditemukan menggunakan baju terusan (Gamis) coklat dengan rambut terikat dengan sebuah karet gelang sampai saat ini belum diketahui asal usulnya dan keluarganya.” Kamis (01/04/2021).

Pihak kepolisian unit Indonesia Automatic Finger Print Identification (INAFIS) bersama resmob Polres Pinrang dibantu personil Polsek Lanrisang masih terus melakukan penyidikan akan kejadian penemuan mayat wanita tanpa indentitas yang mengapung di saluran tersier kampung Ammani- Wakka Desa Mattirotasi Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.”

Mayat wanita yang saat ini tengah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Lasinrang Pinrang dan tidak ditemukan adanya bekas kekerasan atau pukulan benda tumpul pada bagian tubuh korban.”

Namun pihak rumah sakit bersama team Indonesia Automatic Finger Print Identification (INAFIS) bersama resmob Polres Pinrang dibantu personil Polsek Lanrisang terus melakukan penyidikan penyebab kematian dari wanita yang ditemukan mengapung di saluran tersier Kampung Ammani-Wakka Desa Mattirotasi Kecamatan Lanrisang Pinrang.” Jelas Dr.Herianti Dokter UGD RSU Lasinrang.

Kata dia, “Mayat wanita yang saat ini diperiksa di Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang, tidak ditemukan adanya luka bekas kekerasan dan mayat ini hanya menggunakan baju terusan (gamis) warna coklat serta baju dalam baju coklat gelap.”

Kanit Resum Satreskrim Polres Pinrang Iptu Sukri mengatakan, “Pihak kepolisian Resort (Polres) pada unit Indonesia Automatic Finger Print Identification (INAFIS) bersama resmob Polres Pinrang dibantu personil Polsek Lanrisang masih terus melakukan penyidikan terkait penemuan mayat wanita tanpa indentitas dan dalam kondisi mengapung di Saluran Tersier Kampung Ammani-Wakka Desa Mattirotasi Kecamatan Lanrisang Pinrang.”

“Karena sampai saat ini kata dia, pihak keluarga belum ada yang datang ke Mapolres Pinrang untuk melaporkan akan kehilangan anggota keluarga mereka dalam tenggang waktu 2-3 hari ini.” (Ajeng)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed