oleh

Unjuk Rasa Aliansi Pemerhati Rakyat Pinrang Terkait Kasus Aliran Dana Fiktif Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Pinrang

PINRANG, BestNews19.com – Puluhan peserta aksi dari aliansi Pemerhati Rakyat Pinrang melakukan kegiatan demonstrasi di depan kantor BRI Cabang Pinrang Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Maccorawalie Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan.”

“Kegiatan aksi demontrasi aliansi pemerhati rakyat Pinrang dipimpin langsung jenderal lapangan Hasan yang didampingi koordinator lapangan Rusman.R serta koordinator mimbar Umar dan puluhan peserta aksi dari aliansi pemerhati Pinrang.”

Para peserta aksi melakukan orasi secara bergantian di depan kantor BRI Cabang Pinrang dengan mengangkat issue “Terkait Kasus Aliran Dana Fiktif Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Pinrang serta membentangkan spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Kasus Aliran Dana KUR Fiktif BRI serta tulisan spanduk “Kembalikan Nama Baik Korban KUR Fiktif BRI Cabang Pinrang.”

Dalam orasinya Hasan sang jenderal lapangan pada aksi unjuk rasa menuntut agar pihak BRI Cabang Pinrang memulihkan nama baik para korban dana KUR Fiktif diantaranya bernama Arisman yang telah diblacklist oleh pihak Bank dikarenakan adanya pinjaman uang dana KUR sebanyak Rp.25 juta rupiah bersama rekannya Supratman dengan jumlah pinjaman Rp. 50 juta rupiah dan ratusan korban lainnya dalam daftar penerima KUR BRI Cabang Pinrang.”

Hasan juga menegaskan kepada pihak BRI Cabang Pinrang “untuk secepatnya melakukan kegiatan pembersihan nama baik para korban dana KUR Fiktif tersebut. Dan meminta kepada pihak aparat Kepolisian Resort Pinrang pada unit Tipikor Satreskrim Polres Pinrang untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta menangkap dan mengamankan oknum pelaku tindak kejahatan penipuan dalam kasus Dana KUR Fiktif BRI Cabang Pinrang.” (30/07/2021).

“Hasan yang mendampingi kedua orang korban dana KUR Fiktif BRI Cabang Pinrang mengatakan bahwa, ” kedua korban yang hadir pada aksi demontrasi aliansi pemerhati rakyat Pinrang pada kasus Dana KUR Fiktif BRI Cabang Pinrang, tidak pernah menerima uang tunai yang dijanjikan oknum BRI Cabang Pinrang atau menandatangani surat perjanjian serta menyetor selembar berkas kepada oknum BRI Cabang Pinrang.”

Tapi kenyataannya kata Hasan dalam orasinya, ” kedua korban yang mewakili kurang lebih 300 warga Pinrang yang terseret dalam kasus dana KUR Fiktif BRI Cabang Pinrang di nyatakan memiliki tunggakan dengan jumlah yang bervariasi bahkan nama mereka kesemuanya telah di blacklist dan tidak bisa melakukan pengurusan atau pinjaman dimanapun.”

Kegiatan aksi para demonstrasi aliansi pemerhati rakyat Pinrang mendapat respon positif dari Kurniawan Setiantoro pimpinan BRI Cabang Pinrang yang mengatakan “pihak BRI Cabang Pinrang telah membuat laporan kepolisian pada bulan Mei 2021, dan kami mohon kepada rekan-rekan peserta aksi agar bersabar untuk menunggu proses dari pihak Kepolisian.” Ucapnya sambil kembali masuk kedalam kantor BRI Cabang Pinrang.

“Para peserta aksi tidak merasa puas serta tidak menerima pernyataan dari pimpinan BRI Cabang Pinrang yang tidak dapat menunjukkan bukti laporan bahwa mereka telah melakukan pelaporan ke pihak aparat keamanan dalam hal ini pihak Polres Pinrang untuk menindaklanjuti kasus ini dan para oknum pelaku yang terlibat kejahatan pada kasus dana KUR Fiktif belum diamankan.”

“Atas kejadian tersebut para peserta aksi dari Aliansi pemerhati masyarakat Pinrang tetap bertahan melakukan orasi didepan kantor BRI Cabang Pinrang kemudian memaksakan diri masuk bertemu dengan pimpinan BRI Cabang Pinrang untuk meminta kejelasan dan tindak lanjut penanganan kasus dana KUR Fiktif. Namun tertahan oleh aparat keamanan yang saat itu mengamankan jalannya aksi demonstrasi di depan kantor BRI Cabang Pinrang sehingga terjadi sedikit gesekan di depan pintu masuk kantor BRI Cabang Pinrang antara para peserta aksi dengan aparat kemanan.”

“Jenderal lapangan bersama koordinator lapangan aksi demontrasi aliansi pemerhati masyarakat Pinrang pada kasus dana KUR Fiktif BRI Cabang Pinrang kemudian melanjutkan aksinya di Mapolres Pinrang. Yang diterima secara langsung oleh Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pinrang Ipda Muis Panrita untuk melakukan hearing di aula Anev Satreskrim Parahita Raksaka Polres Pinrang.”

“Dan membacakan tuntutan aksi dihadapan Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pinrang untuk segera menangkap oknum yang terlibat dalam kasus Aliran dana fiktif tersebut. Serta meminta kepada pihak kepolisian Polres Pinrang agar mengusut secara tuntas dan memperhatikan secara rinci permasalahan ini.”

“Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pinrang Ipda Muis Panrita menegaskan kepada seluruh peserta aksi dari aliansi Pemerhati Masyarakat Pinrang bahwa kasus ini sementara dalam proses penyidikan unit Tipikor Satreskrim Polres Pinrang dan akan trus di lakukan dengan mengumpulkan data data akurat dari kedua belah pihak.”

“Kasus Dana KUR Fiktif BRI Cabang Pinrang, masih dalam lidik unit Tipikor Satreskrim Polres Pinrang dan saat ini kami masih mengumpulkan data akurat dari kedua belah pihak,” Tutup Ipda Muis Panrita kepada awak media diruang kerjanya (Ajeng).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed