Rehab Habiskan Rp.2 Miliar Tapi Tambah Jorok, ITCW Minta APH Periksa Proyek Rehab 2024 Pasar Sentral

PINRANG, BESTNEWS  – Pasar Sentral Pinrang direhab tahun 2024 kemarin dengan alokasi anggaran sebesar Rp.2 miliar.

Alokasi itupun dibangun pagar pusat niaga utama di Bumi Lasinrang disisi timur dan barat serta los ikan di dalam pasar.

Hanya saja, pasca direhab, pasar Sentral tambah kumuh, los ikan ternyata tidak rampung sepenuhnya membuat pedagang harus bertahan di badan jalan yang sebelumnya los darurat untuk berjualan hingga saat ini.

Indonesia Timur Coruption Watch (ITCW) turun langsung melihat kondisi dari rehab yang dilakukan pada 2024 lalu di era Pj Bupati Pinrang, Ahmadi Akil tersebut.

Pantauan ITCW dengan alokasi sebesar itu, secara kasat mata sangat mahal jika dibandingkan dengan bangunan fisik yang dikerjakan.

Koordinator ITCW, Jasmir L. Lainting pun mengaku kondisi ini sangat memperihatinkan.”Dari aspek perencanaan kan harusnya sudah berhitung sampai dimana kekuatan alokasi anggaran sehingga yang direhab sektor paling membutuhkan. Ini sejumlah titik tidak ada yang rampung,”kata dia.

Akibatnya, kata Jasmir bukannya tambah tertata malah tambah jorok dan kumuh.”Kita meminta dan berharap pihak Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan menyelidiki rehab Pasar Sentral 2024 ini,”ujarnya.

Ia menambahkan, jika hitung-hitungan yang kelihatan sangat janggal dengan anggaran sebesar itu dan fisiknya volume hanya seperti itu yang dikerja. Hanya saja itu sebatas kecurigaan karena yang bisa menentukan apakah ada mark up dan penyimpangan hanya pihak berwenang. “Makanya kita mendesak ada tindakan dari APH untuk proyek ini,”tambahnya (707).