Desakan Serius untuk Pemerintah Kabupaten Pinrang: Segera Ambil Langkah Tegas Terkait Siswa Bermain Biliar di Jam Sekolah!

PINRANG, BESTNEWS – Kami menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas fenomena yang semakin meresahkan masyarakat: maraknya siswa sekolah yang kedapatan bermain biliar di jam pelajaran. Fenomena ini bukan hanya mencerminkan degradasi disiplin pelajar, tetapi juga mencerminkan kelalaian pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab, khususnya Pemerintah Kabupaten Pinrang.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sejumlah tempat biliar di wilayah Kabupaten Pinrang kerap dipadati oleh siswa berseragam sekolah saat jam belajar berlangsung. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa lemahnya pengawasan dan minimnya tindakan tegas dari aparat pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan aparat penegak Perda.

Kami menilai Pemerintah Kabupaten Pinrang bersikap pasif dan terkesan abai. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret yang dilakukan—baik berupa razia, penertiban tempat biliar yang tidak memiliki izin, hingga pemanggilan pihak sekolah—maka kami tidak segan untuk membawa isu ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk menggalang aksi solidaritas masyarakat, membuat petisi publik, serta menyuarakan desakan melalui media lokal dan Nasional.

Kami menegaskan: ini bukan persoalan sepele. Ini adalah soal masa depan generasi muda yang terancam. Jika pemerintah daerah tidak mampu atau tidak memiliki keberanian untuk bertindak, maka jangan salahkan masyarakat bila mulai mempertanyakan kredibilitas dan kepemimpinan yang ada saat ini.

Kami menuntut:

1. Pemerintah Kabupaten Pinrang segera melakukan investigasi dan sidak ke tempat-tempat biliar yang beroperasi di jam sekolah.

2. Penerbitan peraturan tegas yang melarang pelajar memasuki area hiburan pada jam sekolah.

3. Penindakan terhadap pemilik usaha yang membiarkan pelajar bermain di tempat mereka.

4. Kerja sama dengan pihak sekolah untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan siswa.

Kami tidak akan tinggal diam. Jika tidak ada tindakan nyata dalam kurun waktu 7 hari ke depan, maka kami akan melibatkan media dan elemen masyarakat lainnya untuk mendesak perubahan yang lebih nyata.

Ini bukan hanya soal pendidikan. Ini soal tanggung jawab.
Dan tanggung jawab itu kini sedang kami tagih (707).