Pesan Penting Ketua TP-PKK Kota Parepare Pada Moment Hari Ibu

PAREPARE, BESTNEWS — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum bersejarah untuk merefleksikan perjuangan, peran, dan kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan bangsa.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Balai Ainun, Rabu (24/12/2025), dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

Ketua TP-PKK, Andi Arfiah Tasming, menyampaikan bahwa Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember merupakan wujud penghargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan perempuan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Peringatan ini berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama tahun 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak lahirnya gerakan perempuan secara nasional.

Menurutnya, Hari Ibu berbeda dengan perayaan Mother’s Day yang dikenal di sejumlah negara. Hari Ibu di Indonesia memiliki makna perjuangan dan pengabdian perempuan dalam seluruh peran dan kapasitasnya, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menegaskan bahwa perempuan Indonesia telah, sedang, dan akan terus menjadi bagian strategis dalam pembangunan. Meski menghadapi berbagai tantangan seperti beban ganda, stigma, keterbatasan akses, serta kekerasan berbasis gender, perempuan tetap menunjukkan ketangguhan, kreativitas, dan daya juang sebagai agen perubahan.

Tema nasional Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, disebut menjadi pengingat bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga motor utama penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya.

Arfiah, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dunia pendidikan, media, dan organisasi perempuan untuk mewujudkan keadilan serta kesetaraan gender sebagai fondasi pembangunan nasional.

Pada akhir sambutan, ia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perempuan Indonesia atas kontribusi, pengabdian, dan karya nyata yang telah diberikan bagi bangsa dan negara.

Selamat Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, perempuan berdaya adalah kunci terwujudnya Indonesia yang maju, inklusif, dan berkeadilan (707).