Segarnya “CINTA” di Tengah Terik: Cindolo na Tape Allakuang, Nikmat Murah yang Diburu di Musim Panen Sidrap

SIDRAP, BESTNEWS  — Di tengah terik matahari yang menyengat hamparan sawah Kabupaten Sidrap, ada satu sajian sederhana yang justru menjadi primadona: CINTA (Cindolo na Tape) (04/04/2026).

Jajanan khas dari Desa Allakuang ini tak hanya menyegarkan tenggorokan, tetapi juga menghadirkan sensasi kenikmatan yang sulit ditolak, terutama saat musim panen padi tiba.

Di lokasi persawahan, di antara aktivitas para petani dan buruh panen, semangkuk Cindolo na Tape menjadi pelepas dahaga yang dinanti. Perpaduan cindolo yang lembut, tape yang manis legit, serta guyuran es batu menciptakan harmoni rasa yang sejuk sekaligus menggoda.

Dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp5.000 per mangkuk dan tambahan tape hanya Rp1.000 per biji, jajanan ini menjadi favorit lintas kalangan. Murah, mengenyangkan, dan menyegarkan kombinasi yang membuatnya terus diburu masyarakat.

“Ini makanan yang sungguh nikmat sekali. Selain murah, rasanya pas sekali diminum siang hari di bawah panas seperti ini,” ujar Boski, warga asal Abbokongan yang datang ke Desa Allakuang untuk ikut panen padi.

Fenomena ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya lokal.

Kehadiran CINTA (Cindolo na Tape) di tengah musim panen seolah menjadi pelengkap tradisi, menghadirkan kehangatan kebersamaan di sela kerja keras para petani.

Tak heran jika para pedagang pun ramai-ramai menjajakan jajanan ini di sekitar area persawahan. Mereka tahu betul, di bawah terik matahari Sidrap, semangkuk “CINTA” bukan hanya minuman melainkan pelepas lelah yang membawa kebahagiaan sederhana.

Di balik kesederhanaannya, Cindolo na Tape membuktikan bahwa kuliner kampung tetap memiliki daya tarik kuat. Rasa yang autentik, harga bersahabat, dan momen yang tepat menjadikannya lebih dari sekadar jajanan, ia adalah bagian dari denyut kehidupan masyarakat Sidrap (707).