SIDRAP, BESTNEWS – Semangat tak kenal batas ditunjukkan Junaidi (20), peserta audisi D’Academy 8 (DA8) asal Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Meski berstatus sebagai penyandang disabilitas, Junaidi hadir dengan tekad kuat untuk menggapai impian menjadi bintang dangdut Indonesia.
Audisi yang dipusatkan di Aula Kantor Bupati Sidrap itu menjadi saksi perjuangan Junaidi menembus keterbatasan. Dengan langkah penuh keyakinan, ia menaiki panggung audisi, membawa harapan besar yang telah lama ia pupuk (25/04/2026).
Di hadapan tim juri, Junaidi tak hanya menampilkan kemampuan vokalnya, tetapi juga memperlihatkan keberanian dan semangat juang yang menginspirasi.
Suaranya yang khas dan penghayatan mendalam menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya.
Dukungan pun mengalir, salah satunya dari Liaison Officer (LO) DA8, Ilham Junaidi, yang terlihat setia mendampingi dan memberikan motivasi.
“Terus percaya diri, tampilkan yang terbaik. Ini bukan akhir, tapi langkah awal menuju mimpi yang lebih besar,” ujar Ilham memberi semangat.
Kehadiran Junaidi menjadi magnet tersendiri di lokasi audisi. Banyak peserta dan penonton yang terharu melihat perjuangannya. Ia tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi juga sebagai simbol harapan bagi banyak orang bahwa mimpi tetap bisa diraih, apapun kondisi yang dimiliki.
Dengan penuh harap, Junaidi kini menanti hasil penilaian juri. Namun lebih dari itu, keberaniannya melangkah hingga ke panggung audisi sudah menjadi kemenangan tersendiri.
Ajang D’Academy 8 di Sidrap kali ini memang tak hanya menghadirkan bakat-bakat luar biasa, tetapi juga cerita-cerita inspiratif yang menggugah hati. Dan Junaidi, adalah salah satu kisah yang akan terus dikenang tentang mimpi, keberanian, dan semangat yang tak pernah padam (707).






