SIDRAP, BESTNEWS – Di tengah padatnya arus kendaraan pada jam sibuk pagi hari, sebuah pemandangan sederhana namun penuh makna datang dari jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Aksi seorang personel Polwan yang dengan sigap menghentikan kendaraan demi membantu dua siswa Sekolah Dasar menyeberang jalan, kini menjadi sorotan dan menuai apresiasi luas.
Momen tersebut menggambarkan sisi humanis Polri yang kerap hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom, terutama bagi anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa kondisi lalu lintas yang padat tidak menghalangi anggota Polantas untuk menunjukkan kepedulian. Dengan senyum tulus dan sikap penuh kehati-hatian, ia memastikan kedua siswa tersebut dapat menyeberang dengan aman menuju sekolah.
Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat (29/04/2026).
“Apa yang dilakukan anggota kami adalah refleksi dari nilai dasar Polri, yakni hadir untuk melindungi dan melayani. Keselamatan masyarakat, terlebih anak-anak, adalah prioritas utama kami,” ujar AKBP Fantry.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan humanis akan terus menjadi wajah utama Polres Sidrap dalam menjalankan tugas di lapangan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sidrap, AKP Abang Lamuddin, S.H, turut memberikan apresiasi terhadap anggotanya yang dinilai telah menjalankan tugas dengan penuh empati.
“Kami selalu menekankan kepada seluruh personel untuk tidak hanya fokus pada penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan. Aksi ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya besar dalam membangun kepercayaan publik,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di jalan raya bukan sekadar mengatur arus lalu lintas, melainkan memastikan setiap pengguna jalan merasa aman dan terlindungi.
Aksi tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa tindakan kecil seperti membantu anak menyeberang jalan justru menjadi simbol kuat bahwa Polri benar-benar hadir di tengah rakyat.
Di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi institusi kepolisian, potret humanis seperti ini menjadi pengingat bahwa kehadiran aparat yang penuh empati tetap menjadi harapan publik.
Langkah kecil di persimpangan jalan itu, hari ini, telah menjelma menjadi pesan besar: bahwa kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengabdian (707).






