PINRANG, BESTNEWS – Suasana haru dan penuh kesedihan menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Drs. H. Ahmad Eddy Baramuli, tokoh besar Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dikenal luas sebagai sosok pengayom, pendidik, dan panutan bagi banyak kalangan.
Di antara para pelayat yang hadir, tampak Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang telah dianggapnya sebagai guru, orang tua, sekaligus motivator terbaik dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya.
Dengan mata berkaca-kaca, Andi Ina mendekati pusara almarhum sambil membawa kendi berisi air untuk prosesi tabur dan siraman terakhir.
Momen penuh haru itu menjadi gambaran betapa besar rasa kehilangan yang dirasakannya terhadap almarhum.
Bagi Andi Ina Kartika Sari, almarhum Drs. H. Ahmad Eddy Baramuli bukan sekadar tokoh politik dan senior di Partai Golkar, tetapi juga figur yang selalu memberikan nasihat, dukungan, serta semangat dalam menjalani berbagai dinamika kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kenangan terakhir saat dirinya bersama keluarga berkunjung ke kediaman almarhum menjadi momen yang tak akan pernah dilupakan.
Pertemuan hangat yang dipenuhi canda, petuah, dan wejangan itu kini menjadi kenangan abadi yang tersimpan dalam hati.
“Beliau adalah sosok yang selalu memberikan motivasi dan semangat (13/06/2026).
Saya kehilangan seorang guru, seorang orang tua, dan panutan yang begitu berarti dalam hidup saya,” ungkap Andi Ina dengan penuh haru.
Kepergian almarhum Drs. H. Ahmad Eddy Baramuli tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Baramuli, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya kader-kader Golkar dan para tokoh yang pernah merasakan ketulusan serta kebijaksanaan beliau.
Almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pembangunan daerah serta pembinaan generasi muda.
Jejak pengabdian dan pemikirannya telah melahirkan banyak tokoh yang kini melanjutkan perjuangan di berbagai bidang.
Tangis yang pecah di sekitar pusara seolah menjadi saksi bahwa seorang tokoh besar telah kembali ke hadirat Allah SWT.
Iringan doa terus mengalir dari para pelayat yang hadir, berharap segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima di sisi-Nya.
Kepergian Drs. H. Ahmad Eddy Baramuli meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi Andi Ina Kartika Sari.
Namun, nilai-nilai keteladanan, semangat perjuangan, serta nasihat-nasihat yang pernah ditanamkan almarhum diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Selamat jalan, Guru dan Orang Tua kami.
Jasamu akan selalu dikenang, petuahmu akan tetap menjadi cahaya, dan namamu akan abadi dalam doa serta hati orang-orang yang mencintaimu.” (707).












