SIDRAP, BESTNEWS – Tragedi maut mengguncang Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dua pekerja asal Kota Makassar meregang nyawa setelah diduga mengonsumsi minuman oplosan berbahan alkohol 70 persen yang diracik sendiri di sebuah rumah di BTN Flamboyan, Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang.
Kasus yang semula menyisakan tanda tanya kini mulai menemukan titik terang. Hasil penyelidikan awal Polres Sidrap mengarah pada dugaan kuat bahwa minuman racikan berbahan alkohol berkadar tinggi menjadi pemicu insiden tragis tersebut.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, para korban bersama beberapa rekannya diduga menggelar pesta minuman oplosan pada Senin (15/6/2026). Minuman itu bukan produk pabrikan, melainkan racikan sendiri dengan mencampurkan alkohol 70 persen dan bahan lainnya.
Ps. Kasi Humas Polres Sidrap, IPDA Andi, membenarkan adanya dugaan tersebut.
“Bukan minuman keras kemasan yang beredar di pasaran. Dari hasil keterangan yang kami peroleh, mereka diduga meracik sendiri menggunakan alkohol 70 persen,” ungkapnya (17/06/2026).
Dugaan itu diperkuat dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan sejumlah wadah yang diduga digunakan untuk meracik minuman tersebut, termasuk kemasan minuman energi yang diduga menjadi campuran dalam racikan maut itu.
Penyidik menduga sedikitnya enam orang berada di lokasi dan ikut mengonsumsi minuman tersebut. Polisi kini masih mendalami peran masing-masing serta menyusun kronologi lengkap untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi itu.
Tak lama setelah mengonsumsi racikan tersebut, dua pekerja asal Makassar dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Mereka sempat mendapatkan pertolongan medis, namun nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.
Meski dugaan penyebab kematian mulai mengerucut pada konsumsi minuman oplosan berbahan alkohol 70 persen, Polres Sidrap belum menetapkan kesimpulan resmi. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk analisis medis dan laboratorium terhadap barang bukti yang telah diamankan.
Polisi menegaskan bahwa seluruh temuan saat ini masih merupakan bagian dari proses penyelidikan yang terus berjalan.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang bahaya mengonsumsi minuman oplosan yang tidak memiliki standar keamanan. Alkohol berkadar tinggi yang tidak diperuntukkan sebagai bahan konsumsi dapat menyebabkan keracunan berat, kerusakan organ vital, hingga kematian dalam waktu singkat.
Tragedi di BTN Flamboyan pun kembali menambah deretan kasus dugaan kematian akibat minuman oplosan. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba meracik atau mengonsumsi minuman beralkohol yang tidak jelas kandungan dan keamanannya, mengingat risiko fatal yang dapat mengancam keselamatan jiwa (707).





