KONI Makassar Tegaskan Dana Hibah Rp15 Miliar Sah, Ismail: Digunakan untuk Prestasi Atlet dan Siap Diaudit

MAKASSAR, BESTNEWS – Ketua KONI Kota Makassar, Ismail, menegaskan bahwa dana hibah Pemerintah Kota Makassar yang menjadi sorotan publik merupakan anggaran yang diperoleh melalui mekanisme resmi dan telah ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Ismail, anggapan yang menyebut dana hibah tersebut sebagai dana “ilegal” atau “dana siluman” merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penganggaran dilakukan melalui pembahasan bersama DPRD Kota Makassar sebelum ditetapkan dalam Peraturan Daerah APBD Perubahan.

Yang dibahas bersama DPRD dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah tanpa dasar APBD yang sah tidak mungkin kemudian dikaitkan sebagai hibah ilegal atau dana siluman. Tuduhan itu tidak benar dan menyesatkan publik,” tegas Ismail.

Ia menjelaskan, pengalokasian dana melalui APBD Perubahan merupakan mekanisme yang lazim dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, perkembangan kebutuhan pembinaan olahraga sepanjang tahun anggaran menjadi alasan pemerintah daerah memberikan dukungan tambahan kepada KONI.

“Program pembinaan dan kebutuhan olahraga berkembang setelah APBD murni disahkan. Karena itu, sangat wajar apabila dukungan anggaran dimasukkan dalam APBD Perubahan. Menganggap setiap program baru di APBD Perubahan sebagai pelanggaran menunjukkan ketidakpahaman terhadap mekanisme penganggaran daerah,” ujarnya.

Ismail menegaskan bahwa dana hibah tersebut sepenuhnya dipergunakan untuk kepentingan olahraga dan pembinaan atlet, bukan untuk kepentingan pribadi pengurus KONI. Anggaran tersebut dialokasikan bagi pembinaan atlet, pembinaan cabang olahraga, penyelenggaraan kejuaraan resmi, pembinaan usia dini, hingga penyediaan fasilitas latihan.

“Uang itu bukan untuk pengurus. Dana tersebut digunakan untuk membina atlet, mendukung cabang olahraga, menyelenggarakan kejuaraan resmi, memperkuat pembinaan usia dini, dan menunjang fasilitas latihan. Atlet berlatih setiap hari untuk mengharumkan nama Kota Makassar,” katanya.

Ia menambahkan, pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi investasi sosial dalam membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan yang positif dan produktif.

Sepanjang beberapa tahun terakhir, KONI Kota Makassar juga mencatat sejumlah capaian prestasi melalui berbagai cabang olahraga pada tingkat provinsi maupun nasional. Menurut Ismail, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah melalui skema dana hibah yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Meski demikian, Ismail menegaskan bahwa KONI Makassar menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait laporan dugaan penyimpangan dana hibah. Ia memastikan organisasi yang dipimpinnya akan bersikap kooperatif apabila diminta memberikan keterangan maupun dokumen oleh aparat penegak hukum.

“Kami selalu terbuka dan transparan dalam pengelolaan dana hibah. Jika ada pemeriksaan atau permintaan klarifikasi, kami siap memberikan seluruh data yang dibutuhkan sesuai ketentuan,” pungkasnya (707).