BREAKING! Galian Kabel Telkom Tengah Malam “Hantam” Waktu Istirahat Warga Maros, Izin dan Keselamatan Dipertanyakan

MAROS, BESTNEWS — Bukan suara kendaraan, bukan pula keramaian warga. Di tengah malam ketika sebagian besar masyarakat mulai terlelap setelah seharian beraktivitas, suara mesin breaker dan genset justru menggema di sekitar kawasan Simpang BRI, depan Alfamart–Indomaret, sebelum memasuki jalur dua arah dari arah Pangkep menuju Kota Makassar.

Aktivitas tersebut berasal dari pekerjaan galian kabel Telkom yang berada tidak jauh dari kawasan Polres Maros.

Pekerjaan pembangunan jaringan tentu bukan persoalan. Namun ketika pengerjaan dilakukan pada malam hari dengan menggunakan mesin yang menimbulkan suara keras, kenyamanan warga sekitar pun ikut terusik.

Sejumlah warga yang menyampaikan keluhan kepada awak media mengaku terganggu dengan suara mesin yang beroperasi pada waktu istirahat.

“Siang kami beraktivitas, malam waktunya istirahat. Kalau malam justru mesin breaker dan genset yang bekerja, tentu sangat mengganggu,” keluh salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

KENAPA HARUS MALAM HARI?

Pertanyaan sederhana itu kini menjadi keresahan warga.

Mereka mempertanyakan alasan pekerjaan galian tersebut dilakukan pada malam hari. Apakah karena pertimbangan lalu lintas, target pekerjaan, atau terdapat ketentuan tertentu yang memperbolehkan aktivitas tersebut dilakukan pada jam istirahat masyarakat?

Warga berharap pihak pelaksana maupun instansi terkait memberikan penjelasan terbuka, sehingga tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Salah seorang warga bahkan meminta agar aspek perizinan, jam operasional, metode pekerjaan hingga standar keselamatan galian diperiksa oleh instansi berwenang.

“Kalau memang semuanya sudah sesuai aturan, silakan dijelaskan. Masyarakat juga bisa memahami. Yang kami persoalkan adalah kenapa harus malam dan suara mesinnya sangat mengganggu,” katanya.

BUKAN HANYA BISING, BEKAS GALIAN JUGA JADI SOROTAN

Persoalan lain yang tak kalah serius adalah kondisi bekas galian kabel.

Warga mengaku khawatir apabila lubang yang digali cukup dalam kemudian hanya ditutup menggunakan tanah bekas galian tanpa pemadatan dan penanganan teknis yang memadai.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan.

Apabila proses penutupan dan pemadatan tidak dilakukan sesuai standar, warga mempertanyakan apakah ke depan permukaan tanah berpotensi mengalami penurunan atau amblas, terlebih jika berada di sekitar badan jalan yang dilewati kendaraan (09/08/2026).

Karena itu, warga meminta instansi terkait tidak hanya melihat aktivitas tersebut dari sisi pemasangan jaringan, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna jalan dan kondisi lingkungan setelah pekerjaan selesai.

POLRES MAROS DIMINTA PERHATIKAN KELUHAN WARGA

Lokasi pekerjaan yang berada tidak jauh dari Polres Maros membuat warga berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius.

Warga meminta Kapolres Maros yang baru dapat menyikapi keluhan masyarakat secara objektif dan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban atau kenyamanan masyarakat (10/08/2026).

Namun, warga juga meminta agar pihak pelaksana diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.

Apakah pekerjaan malam hari tersebut telah memiliki izin dan memenuhi ketentuan jam kerja?

Apakah penggunaan breaker dan genset pada malam hari telah mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar?

Dan apakah bekas galian telah ditutup serta dipadatkan sesuai standar teknis keselamatan?

Semua pertanyaan itu kini menunggu jawaban dari pihak yang berwenang.

Sebab masyarakat tidak sedang menolak pembangunan jaringan telekomunikasi.

Warga hanya meminta satu hal: pembangunan tetap berjalan, tetapi jangan sampai hak masyarakat untuk beristirahat dan merasa aman ikut “digali” bersama proyek tersebut.

Kini publik menunggu langkah konkret pihak terkait.

Apakah keluhan warga akan segera ditindaklanjuti, atau suara breaker di tengah malam akan terus menjadi “alarm” yang membangunkan warga Maros? (Ros/***).