PINRANG, BESTNEWS — Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino mulai menjadi perhatian serius di Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin menekan para petani yang menggantungkan keberlangsungan lahan persawahan pada ketersediaan air.
Menanggapi kondisi itu, Ketua KMP Patampanua, Wira Anugra W, angkat suara dan meminta pemerintah tidak tinggal diam menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas serta hasil produksi pertanian masyarakat.
Wira bersama jajaran pengurus KMP Patampanua mendorong agar Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian segera turun langsung ke lapangan, duduk bersama para petani dan kelompok tani untuk memetakan persoalan serta menyusun langkah konkret menghadapi kondisi kekeringan.
“PPL jangan hanya menunggu laporan dari petani. Harus turun langsung melihat kondisi persawahan dan bersama-sama petani memikirkan langkah apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan,” tegas Wira Anugra W.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak boleh dilakukan setelah lahan pertanian mengalami gagal panen. Pemerintah dan seluruh pihak terkait dinilai perlu bergerak lebih cepat dengan langkah antisipatif.
Salah satu langkah yang didorong KMP Patampanua adalah pengadaan bantuan sumur bor di sejumlah kawasan persawahan yang rawan kekurangan air.
Wira menilai keberadaan sumur bor dapat menjadi salah satu solusi alternatif ketika pasokan air irigasi tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian, khususnya di wilayah yang paling terdampak kekeringan.
“Kami meminta pemerintah setempat mengupayakan bantuan sumur bor di beberapa area persawahan. Ini bukan sekadar persoalan hari ini, tetapi bagaimana pemerintah menyelamatkan lahan dan penghidupan para petani menghadapi ancaman kekeringan,” ujarnya (13/08/2026).
KMP Patampanua juga meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, dinas terkait serta jajaran PPL pertanian membangun koordinasi yang lebih kuat. Pendataan terhadap titik-titik persawahan yang mengalami kekurangan air dinilai penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Wira menegaskan, petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri menghadapi ancaman El Nino. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar imbauan.
KMP Patampanua berharap langkah cepat dapat segera dilakukan sebelum kondisi kekeringan semakin parah dan berdampak luas terhadap produktivitas pertanian masyarakat.
Kini yang ditunggu bukan lagi sekadar pernyataan, tetapi aksi nyata. Sebab bagi petani, keterlambatan penanganan hari ini bisa berarti ancaman gagal panen di kemudian hari (707).












