PINRANG, BESTNEWS — Suasana haru dan penuh kesedihan menyelimuti acara perpisahan Lurah Benteng, Andi Rahmat, SE, bersama para tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Benteng.
Momen yang seharusnya menjadi sebuah perpisahan sederhana berubah menjadi suasana emosional. Senyum dan tawa yang biasanya menghiasi pertemuan warga seakan berganti dengan mata berkaca-kaca, bahkan tak sedikit yang larut dalam tangis saat mengenang kebersamaan selama Andi Rahmat mengemban amanah sebagai Lurah Benteng (12/09/26) malam.
Dalam suasana penuh keakraban tersebut, turut hadir Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Patampanua Hasinning bersama Camat Tiroang Ashar, yang datang memberikan penghormatan sekaligus menyaksikan langsung momen perpisahan bersama para tokoh masyarakat Kelurahan Benteng.
Kehadiran para tokoh menjadi gambaran bahwa hubungan yang terbangun selama ini bukan sekadar hubungan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat, tetapi telah tumbuh menjadi ikatan kebersamaan yang kuat.
Andi Rahmat dikenal dekat dengan masyarakat. Berbagai persoalan warga selama menjalankan tugasnya menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di Kelurahan Benteng.
Karena itu, ketika tiba saatnya meninggalkan jabatan tersebut, suasana haru pun tak terelakkan.
“Perpisahan bukan berarti berakhirnya silaturahmi. Kebersamaan dan hubungan baik yang telah terjalin selama ini akan tetap menjadi kenangan,” demikian pesan yang mengemuka dalam suasana perpisahan tersebut.
Para tokoh dan masyarakat Kelurahan Benteng pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Andi Rahmat selama menjalankan tugas. Doa dan harapan terbaik mengiringi langkahnya menuju pengabdian berikutnya.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah jabatan pada akhirnya akan berakhir, namun kebaikan, ketulusan, dan pengabdian kepada masyarakat akan selalu meninggalkan jejak di hati orang-orang yang pernah merasakannya.
Hari itu, Kelurahan Benteng tidak sekadar melepas seorang lurah.
Mereka melepas sosok yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakatnya dengan doa, kenangan, dan air mata yang sulit dibendung (707).












