PINRANG, BESTNEWS — Kondisi jembatan penghubung menuju lahan pertanian warga di Lingkungan Kaluppini, Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian serius (07/09/2026).
Jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi para petani untuk menuju lahan pertanian mereka tersebut terlihat dalam kondisi memprihatinkan. Kondisinya dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga, khususnya para petani yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk menjalankan aktivitas pertanian.
Keprihatinan itu disampaikan langsung Camat Patampanua Muhammad Djafar saat turun meninjau kondisi jembatan bersama Sekcam Patampanua Hasinning dan Lurah Teppo Firmansyah.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi akses masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan dan persoalan warga di lapangan dapat diketahui secara nyata.
Camat Patampanua Muhammad Djafar mengaku prihatin melihat kondisi jembatan yang masih digunakan masyarakat, terlebih para petani harus melintasi jembatan tersebut untuk mencapai lahan pertanian yang berada di seberang sungai.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Kondisi jembatan yang sudah memprihatinkan tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan, mengingat akses tersebut memiliki peranan penting bagi aktivitas ekonomi warga.
«“Kami sangat prihatin melihat kondisi jembatan ini. Ini merupakan akses penting bagi masyarakat, khususnya para petani yang harus menyeberang menuju lahan pertanian mereka. Tentu kondisi seperti ini perlu menjadi perhatian dan dicarikan solusi,” ujar Muhammad Djafar.»
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kondisi jembatan tersebut dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Sementara itu, Sekcam Patampanua Hasinning bersama Lurah Teppo Firmansyah turut melihat langsung sejumlah bagian jembatan yang kondisinya dinilai sudah membutuhkan perhatian serius.
Bagi masyarakat Kaluppini, jembatan tersebut bukan sekadar fasilitas penghubung. Infrastruktur itu menjadi jalur penting yang menunjang aktivitas pertanian dan roda perekonomian warga.
Jika kondisi jembatan terus dibiarkan memburuk, bukan hanya aktivitas petani yang berpotensi terganggu, tetapi juga keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasinya menjadi taruhan.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebatas peninjauan, namun dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Mereka menantikan adanya perbaikan agar akses menuju lahan pertanian kembali aman dan layak digunakan.
Kini, kondisi jembatan Kaluppini menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius. Sebab bagi petani, akses menuju sawah dan kebun bukan sekadar jalan melainkan jalan menuju sumber penghidupan (707).






