oleh

Para pengungsi di Stadion Sport Center Majene, Butuh Tenda Obat Dan Lampu Penerangan

MAJENE, BestNews19.com – Beberapa pengungsi di area Stadion Sport Center Majene kondisinya sangat memperihatinkan.

Dimana para pengungsi ini membangun tempat tinggal mereka hanya dengan menggunakan alat seadanya saja.”

Salah satu pengungsi bernama Sahril (50) yang dulunya bekerja sebagai tukang becak karena adanya pandemi covid-19 sehingga dia beralih profesi menjadi nelayan.”

“Namun saat bekerja sebagai nelayan, Sahril tak bisa lagi turun melaut dikarenakan adanya bencana gempa bumi pada Jumat dini hari 15 Januari 2021 yang mengguncang daerah Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.”

Saat ini kami tengah mengungsi pak, dan hanya tinggal dibawah atap tenda berukuran 4X6 Meter.” Ungkapnya pada Selasa kemarin.

“Didalam tenda yang sudah sobek ini saya berteduh bersama istri, anak juga menantu dan cucu kami yang berumur 2 tahun.” Tuturnya.

Sappeana anak dari Sahril mengatakan, “sampai saat ini tinggal di pengungsian tidak pernah mendapat bantuan. Jadi dengan terpaksa suami saya bernama Sadri, harus melaut menghadapi maut ditengah ancaman gempa bumi.”

Kemarin kata dia, “anak saya yang berumur dua tahun sakit demam serta batuk dan hanya diberikan obat tradisional saja oleh neneknya.

Kami berharap kata dia, agar pemerintah Kabupaten Majene memberikan kami obat obatan untuk jaga jaga apabila ada keluarga yang mengalami sakit di pengungsian ini. Kami juga butuh penerangan pak, sebab tempat kami mengungsi sangat gelap sekali.” Ujarnya pada awak media (Ajeng).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed