oleh

Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf: Transaksi Shabu 1 Kg Kami Gagalkan, Ini Kado 1 Tahun Saya Di Polda NTB

MATARAM, BestNews19.com – Direktur Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf bersama team Opsnal Direktorat Narkoba Polda NTB, berhasil menggagalkan penyeludupan Narkotika jenis Shabu yang berasal dari Kabupaten Aceh dengan berat bruto 1 kg.

Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB, mengamankan 3 tersangka berinisial EDL (32) asal Pamulang Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten,bersama rekannya YZ (23) dan IZ (22) yang keduanya berasal dari Kabupaten Sumbawa, NTB, di salah satu penginapan di kawasan Batu Layar, Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat pada Jumat (28/5/2021) pagi.”

Dikutip dari media online (Swarakonsumenindonesia.com), Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf Dir Narkoba Polda NTB berhasil meringkus pelaku yang berada di kamar penginapan yang hendak mengambil narkotika jenis shabu miliknya dari kurir yang mengantarkannya ke Lombok.”

Selanjutnya Tim OPS Narkoba Polda NTB yang mengetahui informasi tersebut, dengan cepat melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh 2 pegawai penginapan.”

“Pada penggeladahan itu, kata dia, petugas menemukan 5 bungkus besar berisikan narkotika jenis sabu. Dan dikemas secara rapi oleh kurir yang akan menyerahkan narkotika kepada pelaku.”

“Dari hasil penggeledahan tadi, lanjut Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf kepada awak media, “team berhasil  menemukan Narkotika jenis shabu dengan berat bruto 1.000 gram bersama uang tunai milik EDL sebesar Rp. 336.000, 1 buah KTP pelaku, 1 unit Hp Vivo, 1 unit Hp Nokia, 1 unit Hp Xiomi Note 8, 1 unit Hp Samsung A20 S, uang tunai milik IZ Rp 15 juta dan uang tunai milik YZ sebesar Rp. 200 ribu serta sejumlah tiket perjalanan bis.

“Ketiga pelaku  yang diamankan langsung digiring ke Dit Resnarkoba Polda NTB bersama barang bukti 1 Kg Narkotika jenis Shabu untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.” Ujarnya.

Dan penangkapan ini, kata dia, merupakan kado ulang tahun saya selama setahun menjabat sebagi Dir Narkoba di Polda NTB.”

Helmi menambahkan, pelaku saat YZ saat diinterogasi telah mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya dengan modal awal Rp.100 juta. Dia mengembangkan bisnis haram ini di Kabupaten Sumbawa hingga melakukan 3 kali pemesanan dengan orang yang sama.” Tutur Helmi.

“Pelaku YZ kata Helmi, “termasuk bandar yang cukup berani karena YZ, memesan barang haram tersebut dan bertemu secara langsung dengan kurir untuk menjemput shabu pesanannya.”

“Atas perbuatan ketiganya, pelaku akan dijerat  Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009. Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun.” Tutup Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf kepada awak media (Rls/Ajeng).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed