oleh

Aksi Aliansi GEMPUR, Bupati Pinrang Segera Copot Kadis PUPR Pinrang

PINRANG, BestNews19.com – Gerakan Mahasiswa Pinrang Utara ( GEMPUR) menggelar aksi unjuk rasa terkait dengan Kasus Korupsi yang dilakukan oleh Instansi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Kabupaten Pinrang dan korporasi pemenang tender di Taman Lasinrang, Kabupaten Pinrang.”

Puluhan peserta aksi dari aliansi Gempur Kabupaten Pinrang melakukan varian aksi dengan melakukan kegiatan longmars dari mesjid Al-Munawir, ke taman Lasinrang Pinrang dan melanjutkan kegiatan demonstrasi didepan Mapolres serta Kejari Kabupaten Pinrang.”

Dengan membawa bentangan spanduk serta membakar ban dan melakukan orasi secara bergantian menyuarakan kata “Copot Kadis PUPR, periksa dan tangkap pemenang tender PT. ALF, yang melakukan penyelewengan anggaran pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Pinrang.” (15/07/2021).

Haidir Ali selaku jendral lapangan mengatakan dalam orasinya bahwa, “supremasi hukum di Kabupaten Pinrang sangat lemah, sebab tidak diwujudkan sebagaimana semestinya.”

Sebab kata dia, “terlalu banyak ketimpangan sampai pada kemandekan kasus-kasus korupsi yang belum jelas statusnya di tubuh para penegak hukum di Kabupaten Pinrang.”

“Kami sudah melakukan investigasi dilapangan terkait proyek realisasi belanja jalan, irigasi dan jaringan senilai Rp.460.000.000,00 pada Dinas PUPR Kabupaten Pinrang di tahun 2019 yang di tender oleh PT. ALF namun tak kunjung jelas statusnya serta masih mandek sampai saat ini” Ujar Haidir sang jenderal lapangan pada aksi demontrasi aliansi Gempur Kabupaten Pinrang.

Dalam orasinya Haidir menambahkan bahwa, “Proyek peningkatan jalan ruas Bungi-Rajang yang
bersumber dari Dana Alokasi Umum ( DAU) dengan Pagu Rp. 4.000.000.000,00 Dan HPS RP 3.999.990.862,93 yang ditender oleh CV. Mulia Trans Marga dari Instansi PUPR Kabupaten Pinrang Proyek tersebut juga jelas ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh pihak PUPR Kabupaten Pinrang dengan pemenang tender.”

Sebab realisasinya tidak sesuai dengan PAGU yang ada dengan ketebalan aspal yang sangat tipis sesuai hasil investigasi rekan – rekan dari aliansi Gempur Kabupaten Pinrang.”

Sehingga kami dari aliansi GEMPUR kata Haidir, “meminta kepada penegak hukum dalam hal ini Polres Dan Kejari Kabupaten Pinrang untuk melakukan pemeriksaan terkait indikasi pengerjaan jalan yang tidak sesuai menurut kami secara kelembagaan.”

Senada dengan itu Misbah koorlap aksi dari aliansi Gempur juga mengatakan “kami juga meminta kepada Bupati Pinrang untuk mencopot kadis PUPR dan mempertanggung jawabkan kelakuannya yang jelas-jelas akan menjadi virus buruk dikota Lasinrang.”

Dan kami akan menindaklanjuti aksi ini ke Polda Sulsel serta kejati Sulsel, ketika penegak hukum di Kabupaten Pinrang tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Misbah koordinator Lapangan dari aliansi Gempur.

Dalam aksinya para peserta aksi dari aliansi Gempur Kabupaten Pinrang membacakan tuntutannya diantaranya: Bupati Pinrang harus mencopot Kadis PUPR, periksa dan tangkap pemenang tender PT. ALF yang melakukan penyelewengan anggaran, Mendesak Polres dan Kejari Kabupaten Pinrang untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas Bungin-Rajang, Meminta penegak Hukum mempercepat proses penanganan kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Pinrang, Wujudkan supremasi hukum di Kabupaten Pinrang, dan Meminta penegak hukum menyelesaikan semua kasus korupsi yang mandek di Kabupaten Pinrang.” (Ajeng).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed