oleh

Sofyan: Soal Kasus KUR Fiktif BRI Pinrang, Saya Siap Buka – Bukaan

PINRANG, BestNews19.com – Kasus dugaan fiktif penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Kantor BRI Cabang Pinrang, Sulawesi Selatan berkesan jalan ditempat alias mandek.

Hal itu diungkapkan aktivis anti korupsi dari lembaga Indonesia Timur Corruption Watch (ITCW), Jasmir Laintang pada Selasa kemarin.

“Sampai sejauh ini penanganan di Kepolisian terkait kasus itu tidak ada progress yang signifikan. Kami harap penyidik segera mengungkap kasus itu,” jelas Koordinator ITCW Pinrang itu.

Jasmir mengatakan, “dugaan kredit KUR fiktif sudah dilaporkan sejumlah warga yang menjadi korban. Bahkan telah dibawah ke DPRD untuk di lakukan hearing.”

“Kami anggap kasus ini kasus besar karena menyangkut masalah keuangan negara. Ada banyak warga yang jadi korban. Namanya di catut sebagai penerima padahal tidak. Ada juga korban yang dananya ditahan oleh BRI karena dianggap sebagai penerima KUR. Nilainya sekitar milliaran rupiah,” Ucap Jasmir.

Salah seorang mantan oknum pegawai BRI Cabang Pinrang, Sofyan menyatakan “fakta baru soal kasus itu. Pihaknya mengaku siap membongkar kasus tersebut dengan data dan fakta ia milik jika dipanggil lagi oleh Kepolisian.”

“Dari awal saya siap di panggil untuk diklarifikasi,” ucap dia.

Sofyan mengaku tidak ingin dijadikan sebagai kambing hitam dalam perkara kasus tersebut.

Dia kecewa lantaran setelah diberhentikan dokumen pribadinya berupa ijasah dan buku rekeningnya ditahan oleh pihak BRI Pinrang dengan alasan tidak jelas.

“Saya mi kuncinya ini apa-apa (kasus BRI). Saya siap mengungkap secara terang benderang dugaan kejahatan perbankan ini. Jadi itu warga yang dipake KTP-nya tidak dipake saja tetapi dikasi uang juga,” bebernya.

Sebelumnya kasus ini menjadi perhatian lantaran ada beberapa orang warga yang KTP-nya digunakan mencairkan KUR sementara tidak pengajuan kredit.

Di tempat lain, Kanit Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Satuan Reskrim Polres Pinrang, Muis Panrita baru akan memanggil yang bersangkutan.

“Informasi yang kami dapat yang bersangkutan (Sofyan) ada di Kalimantan. Penyidik yang akan menghubungi,” tulis Muis Panrita (Jas/Ajeng).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed