SULSEL|PAREPARE, BestNews19 – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Parepare melalui Puspaga Pedulita gelar pelatihan Kewirausahaan bagi Kelompok Rentan.
Pelatihan tersebut mengajarkan para peserta yang berjumlah 50 orang, terdiri dari Orang tua Anak Jalanan dan Anak Pasar, Perwakilan Pengurus Waduk PEKA Puspaga Pedulita Kecamatan.
Para peserta awalnya diberi materi kemudian dibagi empat kelompok, untuk dipraktekkan membuat sabun cuci dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, bertempat di Balai Ainun Kota Parepare, pada Minggu 19 September 2021.
Hasil olahan tersebut dilabeli oleh Waduk Peka Puspaga Pedulita Parepare dan dibawa pulang oleh masing-masing peserta sebagai percontohan apabila peserta ingin mempraktekkan di rumah masing-masing
Ketua Puspaga Pedulita, Sriyanti Ambar mengemukakan, pelatihan kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan produktifitas ekonomi rumah tangga secara terpadu dan bersinergi melalui penguatan masyarakat khususnya kelompok rentan. Juga menstimulasi pengembangan usaha melalui kemandirian skill dengan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi siap pakai.
“Tujuannya untuk memberdayakan kelompok rumah tangga dalam hal peningkatan ekonomi dengan kemandirian skil. Jadi, peserta ini nantinya dapat memanfaatkan waktu luang dengan memanfaatkan limbah rumah tangga hingga bernilai ekonomis dan bermanfaat,” jelasnya.
Sriyanti menyebut bahan yang digunakan berasal dari limbah rumah tangga. di samping murah dan mudah di dapat, begitupun pembuatannya yang sederhana nan simpel, hasilnya pun ramah lingkungan.
“Olahan limbah Rumah tangga menjadi Produk ramah lingkungan ini bernilai ekonomis seperti dari bahan minyak jelantah, kemudian wadahnya bisa dari bagian bawah botol air mineral untuk menghasilkan sabun cuci,” ujarnya.
Beberapa peserta dari orang tua anak jalanan dan anak pasar merasa senang dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini.
“Alhamdulillah, kami senang karena masih ada yang peduli dengan kami dengan mengajarkan mengelola sampah dapur menjadi sabun,” ujar Dian.
Peserta lainnya, Herawati mengaku baru kali ini mengikuti pelatihan dalam mengolah sampah dapur menjadi sabun cuci tadi telah diajarkan, bahkan bisa diberi wewangian sebagai pengharum.
“Kami tadi sudah diajarkan cara memanfaatkan sampah dapur. Ini sangat bermanfaat. Insya Allah nanti di rumah bisa dipraktekkan,” kata Herawati.
Sementara, Desi merasa mendapatkan pengalaman usai mengikuti pelatihan kewirausahaan ini.
“Kita bisa jadikan pengalaman dan berguna bagi keluarga. Nanti kita juga bisa kelola untuk digunakan bahkan untuk dijual,” katanya.
Sebelumnya, kegiatan pelatihan kewirausahaan tersebut dibuka oleh Sekda Parepare, H Iwan Asaad secara virtual, dan dihadiri secara langsung Kepala DP3A Parepare, Hj Andi Rusia sebagai narasumber, Ketua Yayasan Ruman Belajar Cinta Damai (RBCD), Dr Asniar Khumas, dan Kurniati Zainuddin dari Komunitas Pelipur atau Penyelamat Lingkungan dari Dapur sebagai Pemateri dan trainer. (Sanji)






