oleh

Aliansi Masyarakat Pemuda Dan Mahasiswa Tagih Janji Ketua DPRD Untuk Interplasi

PINRANG, BestNews19.com – Semakin kuatnya desakan aliansi masyarakat, pemuda dan mahasiswa untuk membongkar siapa dalang dari pengadaan Mobil Pelayanan Kesehatan Desa secara serentak di 49 Desa di Kabupaten Pinrang yang membebani Keuangan Desa, membuat ketua DPRD Kabupaten Pinrang Muhtadin, berjanji untuk memenuhi semua tuntutan aliansi pada saat menerima peserta aksi pada tanggal 6 Oktober yang lalu.” (14/10/2021).

Seperti kita ketahui bahwa aliansi Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa pada saat aksi mengajukan empat tuntutan, yakni:

  1. Copot kepala Dinas PMD,
  2. Periksa dokumen perencanaan, penganggaran, dan mekanisme pengadaan MobKes.
  3. Kembalikan fungsi mobil dengan memenuhi SOP mobil kesehatan, dan
  4. Mendesak serta mendorong DPRD untuk menggunakan Hak Interpelasinya terkait pengadaan MobKes tersebut.

Alhamdulillah, kata Fandi, bahwa rekomendasi Ketua DPRD sudah di keluarkan untuk tuntutan nomor 1 dan 3, sementara untuk tuntutan no 2 Inspektorat juga sudah mulai bekerja kata Sekda.”

Lalu teman – teman aliansi sekarang menagih tuntutan yang ke 4 yakni penggunaan Hak interpelasi. Dimana ketua DPRD berjanji akan membawa tuntutan Interpelasi ini ke Rapat Pimpinan.” Ujar Fandi

Tuntutan penggunaan Hak Interpelasi DPRD ini, oleh Aliansi sangatlah beralasan karena di duga pengadaan MobKes secara serentak hanyalah untuk memenuhi janji kampanye Bupati Irwan Hamid 2019 yang lalu, indikator dugaan dimaksud :1
diadakan secara serentak,

  1. Surat Himbauan Sekda Pinrang ke Camat tanggal 9 Maret 2021.
  2. Di serahkan oleh bupati secara simbolis,
  3. Beberapa BPD mengakui bahwa pengadaan MobKes tidak perna di bahas dalam Musrembang Desa, kalau ada didalam buku hasil musrembang, itu hanyalah pengkondisian, dan berbagai kejanggalan lainnya dalam pengadaan MobKes tersebut.” Jelas Fandi secara detail.

Parahnya lagi kata dia, bagi desa yang tidak mengambil mobil di wajibkan menganggarkan pengadaan Aplikasi GeoParsial yang nilainya diduga markUp yakni 50 Juta perdesa.” gila benar tutup Fandi kepada awak media (D-Je).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed