SIDRAP, BESTNEWS – Mudik lebaran adalah sebuah kegiatan rutinitas masyarakat tiap tahunnya setelah menunaikan ibadah puasa dibulan suci ramadhan.”
Namun lain halnya mudik lebaran di wilayah Kabupaten Sidrap dan Pinrang.”
Dimana warga yang akan mudik ke kampung halaman dan melalui jalan trans Pinrang – Sidrap tepatnya di samping pasar Baranti yang terdapat sebuah jembatan penyebrangan itu sangat dikeluhkan oleh para masyarakat pengguna jalan pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat.”
Keluhan masyarakat itu akibat dari sempitnya jembatan penyebrangan yang akan dilalui kendaraan dan hanya bisa di lewati satu kendaraan saja. Sehingga membuat antrian panjang yang dimulai dari gapura batas Kabupaten Pinrang sampai ke arah jembatan samping Polsek Baranti begitupula sebaliknya dari arah Pertamina Asepta sampai ke lokasi jembatan Baranti.” (11/04/2024).
Wawan salah satu warga asal Kabupaten Wajo yang akan menuju ke Kabupaten Polmas Provinsi Sulbar dan melalui jalan tersebut mengatakan, antrian panjang ini tiap tahunnya akan terus terulang.”
Dimana kendaraan yang melalui jembatan tersebut akan di berikan kesempatan menyebrangi jembatan itu secara berurut satu persatu oleh para pengatur lalulintas yang diketahui dilakukan warga setempat.” Jawab Wawan agak kesal.
Saya sudah hampir sejam lebih di jalur ini dan kendaraan hanya bisa bergerak secara perlahan karena antrian kendaraan roda dua maupun roda empat para pemudik yang sangat panjang ini hampir dua kilo meter lebih dan jembatan masih jauh.” Bebernya.
Tahun kemaren pas saat mudik lebaran bersama keluarga saya mengalami hal ini juga. Bahkan lebih parahnya karena dalam kondisi cuaca yang sangat panas sekali.”
Kami berharap ini menjadi perhatian khusus pemerintah setempat untuk memperluas jalur mudik di jembatan Baranti agar masyarakat yang mudik lebaran lintas Kabupaten tidak terjadi kemacetan serta antrian panjang kendaraan.” Harapnya (313).






