MAKASSAR, BESTNEWS – Program INKLUSI bagi Komunitas Ragam Gender resmi diluncurkan untuk Wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Maros melalui Pertemuan Multi stakeholder.
Dibuka langsung oleh Direktur Eksekutif Daerah PKBI SULSEL, Bapak Andi Iskandar Harun dalam sambutannya mengatakan bahwa PKBI sejak tahun 2022 telah menjalankan Program INKLUSI. Tahun 2025 merupakan fase terakhir dari fase 1 untuk program kemitraan Indonesia-Australia ini. Program INKLUSI ini menjadikan Komunitas Ragam Gender sebagai kelompok sasaran (14/03/2025).
Dalam sambutannya, Andi Iskandar Harun juga mengungkapkan, “Orang terdahulu di masa kerajaan sudah mengakui adanya 5 Gender sedangkan saat ini mengakui satu Gender tambahan saja suka-dukanya sudah luar biasa, menambahkan kata Waria saja di dalam masyarakat kita ini sudah sangat kontroversial.”
Menurut Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulsel Supriadi Torro yang mejadi Narasumber pada kegiatan ini, Tak jarang Komunitas Ragam Gender kehilangan hak paling dasar sebagai warga negara. Hal ini merupakan salah satu aspek dari masalah yang sering dihadapi oleh individu dari komunitas ragam gender.
Program INKLUSI bertujuan untuk memberikan ruang bagi komunitas ragam gender agar dapat mengakses hak-haknya dengan bebas dan tanpa diskriminasi.
Program ini diinisiasi sebagai respons terhadap ketidaksetaraan yang masih dialami oleh individu dari komunitas ragam gender, yang sering kali terpinggirkan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Salah satu tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, aman, dan adil bagi semua individu, terlepas dari identitas gender mereka.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk aktivis, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, serta perwakilan organisasi non-pemerintah (LSM) yang mendukung kesetaraan gender.
Dengan menghasilkan komitmen bersama dalam pemenuhan atas akses layanan dasar untuk Kelompok Marginal dan Rentan yang didalamnya termasuk Komunitas Ragam Gender.
Peluncuran program ini diharapkan dapat menjadi langkah penting menuju terciptanya masyarakat yang lebih inklusif, di mana setiap orang, tanpa memandang gender, dapat berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi negara (707).






