PINRANG, BESTNEWS – Para petani di Desa Samaenre Kecamatan Mattirosompe Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan berhasil melaksanakan demonstrasi plot (demplot) penggunaan pestisida sebagai upaya pengendalian hama secara efektif dan efisien.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara PT. Karya Prima sebagai produsen pestisida dengan petani setempat yang di koordinir langsung oleh bapak H. Bahtiar untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus mengedukasi petani tentang penggunaan pestisida yang tepat (21/03/2025).
H.Bahtiar mengatakan, Demplot ini dilakukan pada lahan sawah milik saya yang ditanami padi.
Dalam uji coba ini kata dia, petani menggunakan kombinasi pestisida produksi Prima Karya diantaranya : Prima-Col, Prima-Rejen, Prima-Faw, Prima-Bomb, Prima-Padi, Prima-Fur dan Prima-Hipo yang terbukti mampu menekan serangan hingga 90%.
Lebih lanjut dia mengatakan demplot ini diyakinkan akan membawa hasil panen dari lahan yang menggunakan demplot nantinya sehingga akan meningkat pesat dibandingkan metode sebelumnya.”
Lanjut kata H.Bahtiar, kami diajarkan pihak perusahaan dalam hal ini PT. Prima Karya bagaimana menggunakan pestisida sesuai dosis dan waktu aplikasi yang tepat.
Hasilnya kata dia, hama akan dapat dikendalikan tanpa merusak kesuburan tanah atau mengganggu keseimbangan ekosistem.”
Dia menambahkan, aneka pestisida produk Prima Karya yang saya aplikasikan di demplot ini, hasilnya sangat bagus dan ekonomis sangat beda hasilnya dengan sawah yang tidak diaplikasikan.”
Sementara itu salah satu petugas Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) bapak Abdul Rahman Renreng, yang sempat meninjau demplot tesebut, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme petani dalam menyukseskan demplot ini.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat diterapkan di seluruh desa, sehingga petani semakin memahami pentingnya penggunaan pestisida yang bijak dan sesuai anjuran.” Kata dia.
Dengan hasil positif dari demplot ini, petani diharapkan semakin sadar akan pentingnya pengendalian hama yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.” Tutup Rahman Renreng (707).












