PAREPARE, BESTNEWS — Dalam momentum penuh sejarah, Dirgahayu Korps Brimob Polri ke-80 menjadi ruang refleksi bagi para alumni yang pernah merasakan kerasnya tempaan disiplin di pasukan elit kepolisian ini. Salah satunya adalah Rahmat Riady, alumni “ADT Pabbaettowali” Brimob B Pelopor Parepare, yang menyampaikan ucapan penuh haru dan penghormatan kepada seluruh personel Brimob di seluruh Indonesia.
Dengan suara bergetar namun penuh kebanggaan, Rahmat Riady menegaskan bahwa usia 80 tahun bukan sekadar angka, melainkan simbol panjangnya pengabdian Brimob Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai ancaman.
“Dirgahayu ke-80 Brimob Polri. Untuk seluruh personel Brimob, khususnya Brimob B Pelopor Parepare, tetaplah menjadi garda terdepan. Tetaplah menjadi Brimob Presisi untuk Masyarakat,” ujarnya (14/11/2025).
Rahmat mengungkapkan bahwa nilai-nilai yang ia pelajari selama menjadi bagian dari ADT Pabbaettowali—ketegasan, loyalitas, dan kepekaan sosial—menjadi fondasi yang terus ia bawa dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai, Brimob bukan hanya pasukan yang identik dengan operasi taktis dan penanganan situasi berbahaya, namun juga memiliki sisi humanis yang sering tak terlihat publik: membantu korban bencana, menjadi penolong di saat genting, hingga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan kehadiran negara.
Momentum 80 tahun Brimob Polri, lanjut Rahmat, menjadi pengingat bahwa kekuatan pasukan ini tidak hanya terletak pada kemampuan tempurnya, tetapi juga pada ketulusan dalam mengabdi.
“Brimob adalah tameng masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, mereka datang. Ketika situasi mencemaskan, mereka berdiri paling depan. Di usia 80 tahun ini, saya berharap Brimob semakin dekat dengan rakyat, semakin presisi, semakin manusiawi,” tutur Rahmat.
Peringatan HUT Brimob tahun ini mengangkat semangat pengabdian yang menyatu dengan kebutuhan masyarakat. Rahmat berharap personel Brimob B Pelopor Parepare terus menjaga marwah kehormatan pasukan dengan bekerja profesional, berintegritas, dan tetap mengutamakan sentuhan kemanusiaan dalam setiap tugas.
Dengan doa dan hormat, Rahmat Riady menutup pesannya:
“Selamat Dirgahayu ke-80 Brimob Polri. Jayalah selalu untuk Indonesia dan masyarakat yang kita cintai.” (1707).












