“Pejuang Tak Terkalahkan Genap 62 Tahun, Lurah Benteng: Semangat Yonif 721 Makkasau Adalah Nafas Keberanian Rakyat”

PINRANG, BESTNEWS  – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, saat Lurah Benteng, Andi Rahmat, menyampaikan ucapan selamat Dirgahayu ke-62 bagi Yonif 721/Makkasau, pasukan yang dikenal sebagai “Pejuang Tak Terkalahkan”.

Pada 12 Desember 2025, Yonif 721 Makkasau resmi menapaki usia 62 tahun sejak dibentuk pada 12 Desember 1963. Satuan kebanggaan Sulawesi Selatan ini selalu dikenal dengan semboyan kuat yang membakar semangat masyarakat,
“Handal Dalam Pertempuran, Menyatu Dengan Rakyat – Sang Pejuang Tak Terkalahkan.”

Lurah Benteng, Andi Rahmat, menegaskan bahwa usia panjang Yonif 721 bukan sekadar angka, tetapi jejak sejarah yang penuh pengorbanan dan kerja nyata untuk bangsa.

“Yonif 721 bukan hanya simbol kekuatan militer, tetapi simbol keberanian rakyat. Mereka hadir di tengah masyarakat, menjaga, melindungi, dan menyatu dalam derap kehidupan warga.

Dirgahayu untuk seluruh prajurit Makkasau. Semoga semangat pejuang yang tak pernah padam ini terus hidup dalam setiap langkah mereka,” ujar Andi Rahmat dengan nada tegas namun penuh penghormatan.

Yonif 721/Makkasau selama ini dikenal sebagai satuan yang aktif dalam operasi teritorial, pengamanan daerah rawan, hingga misi kemanusiaan. Hubungan emosional yang tumbuh antara prajurit dan masyarakat menjadikan mereka bukan sekadar penjaga negara, melainkan sahabat rakyat.

Momentum hari jadi ke-62 ini menjadi pengingat bahwa keberanian tidak pernah menua. Semangat prajurit Makkasau tetap tegak, berdiri di garis depan menjaga kehormatan republik.

Andi Rahmat menambahkan bahwa masyarakat Benteng dan Patampanua bangga memiliki prajurit-prajurit yang selama ini ikut berkontribusi menjaga keamanan daerah.

“Kami di Benteng merasakan langsung sinergi dan kedekatan dengan para prajurit. Mereka hadir bukan hanya sebagai penjaga, tetapi sebagai saudara,” tutupnya.

Dirgahayu Yonif 721/Makkasau.
Pejuang tak terkalahkan, tetap tegak, tetap jaya (1707).