Bangun Kepemimpinan dan Kepekaan Sosial, Tiga BEM UMS Rappang Gelar LKMM 2026

SIDRAP, BESTNEWS – Komitmen mencetak generasi muda yang kritis, visioner, dan memiliki kapasitas kepemimpinan terus diperkuat oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang).

Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FAST).

Mengusung tema “Gerakan Mahasiswa Sebagai Aktor Perubahan”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern yang semakin kompleks dan dinamis.

LKMM tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berorganisasi, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki integritas, kemampuan kepemimpinan, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketua Panitia, Irwan Tri Putra, menjelaskan bahwa LKMM merupakan salah satu program strategis dalam proses kaderisasi mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang siap menjadi pemimpin masa depan.

“Mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis, keterampilan manajemen, serta keberanian untuk mengambil peran dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. LKMM menjadi wadah untuk membentuk karakter tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM FISIP, Rezki Anugrah, menilai bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang senantiasa hadir mengawal dinamika sosial, pembangunan, dan kebijakan publik.

Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa mahasiswa selalu menjadi bagian penting dalam setiap perubahan besar bangsa. Karena itu, mahasiswa dituntut untuk tetap menjaga idealisme serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.

“Mahasiswa bukan hanya penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus menjadi penggerak perubahan yang mampu memberikan gagasan, kritik konstruktif, dan solusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua BEM FKIP, Febriani, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara tiga BEM fakultas menjadi simbol kuatnya semangat persatuan dan sinergi mahasiswa di lingkungan UMS Rappang.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama, solidaritas, dan kemampuan membangun jejaring yang kuat.

“Melalui kolaborasi ini kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki semangat kebersamaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu bersaing di berbagai bidang,” katanya pada Minggu kemarin.

Hal senada disampaikan Ketua BEM FAST, Muh. Darul Arqam, yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi perubahan zaman. Namun demikian, menurutnya kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan kepekaan sosial agar mahasiswa tidak kehilangan orientasi pengabdian kepada masyarakat.

Ia menilai LKMM menjadi ruang strategis untuk melatih kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif sehingga mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekitarnya.

“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga tetap memiliki kepedulian sosial. Keduanya harus berjalan beriringan agar keilmuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat yang nyata,” jelasnya.

Pelaksanaan LKMM 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai program studi. Selain menghadirkan materi kepemimpinan dan manajemen organisasi, kegiatan juga diisi dengan diskusi, pengembangan kapasitas diri, serta penguatan wawasan kebangsaan dan sosial kemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi kader-kader mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi kampus, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, berpikir strategis, dan berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.

Semangat “Gerakan Mahasiswa Sebagai Aktor Perubahan” yang diusung dalam LKMM 2026 menjadi penegasan bahwa mahasiswa tetap memiliki peran penting sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen transformasi yang siap menghadapi tantangan masa depan serta membawa manfaat bagi bangsa dan negara (707).