PINRANG, BESTNEWS – Upaya menyelamatkan ribuan hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Kecamatan Patampanua terus dilakukan. Camat Patampanua Muhammad Ja’far, S.T., M.Si., bersama Sekretaris Camat Patampanua Hasimning, S.T., M.Si., berkolaborasi dengan Kementerian PPSDMP, Kepala UPI Balai Bendung Benteng, serta Lurah Benteng dalam sebuah pertemuan strategis untuk membahas pengelolaan debit air dan sistem pemenuhan kebutuhan air pada Saluran Irigasi Watang Sawitto (06/08/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam mencari solusi nyata atas berkurangnya pasokan air yang selama beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah areal persawahan di wilayah Kecamatan Patampanua mengalami kekeringan dan terancam gagal tanam.
Dalam pembahasan, seluruh pihak melakukan koordinasi mengenai kondisi terkini debit air, pola distribusi, serta alternatif pengaturan aliran agar pasokan air dapat kembali menjangkau lahan-lahan pertanian yang membutuhkan.
Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah cepat dan terukur demi menjaga keberlangsungan produksi pertanian masyarakat.
Camat Patampanua Muhammad Ja’far menegaskan bahwa pemerintah kecamatan tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan kekeringan yang dikeluhkan para petani. Menurutnya, koordinasi dengan berbagai pihak merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan air irigasi dapat segera terpenuhi.
Sementara itu, Sekcam Patampanua Hasimning menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pengelola bendung, dan pemerintah kelurahan menjadi kunci dalam mempercepat penanganan krisis air.
Dengan pengelolaan debit air yang lebih optimal, diharapkan aliran irigasi kembali normal sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Pemerintah Kecamatan Patampanua berharap hasil pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah teknis di lapangan.
Harapannya, pasokan air di Saluran Irigasi Watang Sawitto dapat kembali mengairi areal persawahan yang selama ini terdampak kekeringan, sehingga para petani dapat melanjutkan musim tanam dan menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Pinrang (707).






