PINRANG, BESTNEWS – Pemerintah Kecamatan Patampanua bergerak cepat menyikapi krisis air irigasi yang mulai mengancam lahan pertanian warga di Saluran Teppo 5, Lingkungan Takkalalla, Kelurahan Tonyamang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi dampak musim kemarau, Camat Patampanua Muhammad Ja’far, S.T., M.Si. didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Patampanua Hasimning, S.T., M.Si., turun langsung meninjau kondisi di lapangan sekaligus melakukan kunjungan koordinasi ke pihak Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yang berada di Kelurahan Tonyamang.
Kunjungan tersebut bertujuan membangun komunikasi dan mencari solusi terbaik agar kebutuhan air untuk pengairan sawah masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan operasional PLTM.
Camat Patampanua menegaskan bahwa ketersediaan air bagi sektor pertanian merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Menurutnya, pemerintah kecamatan tidak ingin para petani mengalami gagal tanam maupun gagal panen akibat berkurangnya pasokan air irigasi.
“Kami hadir untuk memastikan persoalan ini segera mendapat solusi melalui koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kepentingan masyarakat, khususnya para petani, menjadi prioritas sehingga pasokan air irigasi dapat tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Sekcam Patampanua Hasimning menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, pengelola PLTM, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan secara seimbang.
Pemerintah Kecamatan Patampanua berharap hasil koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah konkret sehingga distribusi air ke Saluran Teppo 5 kembali optimal dan mampu menjaga produktivitas pertanian masyarakat di Kelurahan Tonyamang (06/08/2026).
Langkah cepat yang dilakukan Camat dan Sekcam Patampanua mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga berharap upaya tersebut segera membuahkan hasil sehingga ancaman kekeringan yang menghantui lahan persawahan dapat diatasi, dan para petani dapat kembali bercocok tanam dengan tenang demi menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Pinrang (707).






