Krisis Air Mengancam Petani Duampanua, Gubernur Sulsel Turun Tangan Pantau Kekeringan dan Irigasi Saddang

PINRANG, BESTNEWS — Ancaman kekeringan dan krisis air mulai menjadi perhatian serius bagi masyarakat petani di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Kondisi minimnya pasokan air dikhawatirkan berdampak terhadap produktivitas pertanian hingga memicu gagal panen apabila tidak segera mendapat penanganan (20/09/2026).

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan Gubernur Sulawesi Selatan yang meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak kekeringan serta kondisi sumber dan jaringan perairan Sungai Saddang di wilayah Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.

Dalam kunjungan tersebut, Camat Patampanua Muh. Djafar bersama Camat Duampanua Andi Satriafi AS turut mendampingi Gubernur Sulsel untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, khususnya kawasan yang berkaitan dengan kebutuhan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Peninjauan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara faktual kondisi sumber daya air sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat petani akibat berkurangnya ketersediaan air.

Bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi penentu keberlangsungan musim tanam. Ketika pasokan air terganggu, tanaman berisiko mengalami kekurangan air, produktivitas menurun, bahkan ancaman gagal panen dapat terjadi.

Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang kehidupan masyarakat di wilayah Pinrang.

Sungai Saddang Jadi Perhatian

Dalam peninjauan tersebut, kondisi perairan Sungai Saddang turut menjadi perhatian. Sungai yang memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan air masyarakat dan pertanian tersebut diharapkan dapat terus memberikan manfaat secara optimal, terutama di tengah kondisi kekeringan.

Kunjungan langsung pemerintah diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk langkah-langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Camat Patampanua Muh. Djafar dan Camat Duampanua Andi Satriafi AS menunjukkan sinergi dalam mendampingi agenda tersebut. Kehadiran pemerintah di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan kekeringan dapat ditangani secara bersama-sama.

Petani Menunggu Solusi Nyata

Ancaman kekeringan bukan hanya persoalan hari ini, tetapi menyangkut keberlanjutan ekonomi masyarakat petani. Jika kebutuhan air tidak terpenuhi, dampaknya dapat merembet pada pendapatan keluarga petani dan ketersediaan hasil pertanian.

Karena itu, peninjauan langsung ini diharapkan tidak berhenti pada pemantauan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk menjaga pasokan air, mengoptimalkan sistem pengairan serta mencari solusi bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Masyarakat petani kini menaruh harapan agar persoalan air mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, sehingga ancaman gagal panen dapat diminimalisir dan aktivitas pertanian tetap berjalan.

Kunjungan Gubernur Sulsel bersama jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan kekeringan dan kebutuhan air pertanian di wilayah Pinrang perlu mendapat penanganan bersama, cepat, terukur, dan berkelanjutan (707).