MAKASSAR, BESTNEWS – Alumni, tokoh, dan aktivis PMII, IPNU, serta IPPNU di Sulawesi Selatan menggelar tahlil dan doa bersama untuk mendiang anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI juga Ketua Umum PB IKA PMII, Drs. Fathan Subchi. Kegiatan takziah itu berlangsung di Masjid Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) Makassar, Rabu malam (28/10/2026).
Acara diisi pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama. Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Ketua PB IKA PMII, Mulyadi Prayitno, dan alumni PMII yang juga Ketua Majelis Alumni IPNU Sulawesi Selatan, Dr. Muh. Aswad.
Dekat dengan Kader Daerah
Dalam sambutannya, Mulyadi Prayitno menyebut almarhum sebagai sosok yang baik dan berdedikasi. Menurutnya, di tengah kesibukan, Fathan Subchi kerap mengunjungi daerah-daerah basis PMII untuk membina dan mengembangkan kader melalui IKA PMII.
Mulyadi mengungkapkan, almarhum sebenarnya dijadwalkan berkunjung ke Sulawesi Barat atas undangan Kyai Sibly, serta mengisi kuliah umum di Kampus UMI. “Namun keduanya kini telah mendahului kita menghadap Allah. Al-Fatihah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kedekatan almarhum dengan PMII Sulsel telah terjalin sejak menjabat Ketua PMII DKI. Hubungan silaturahmi itu, kata dia, terjaga baik hingga akhir hayatnya.
Doa untuk Para Almarhum
Dr. Muh. Aswad mengatakan, di tengah kesibukannya yang padat, ia bersedia memfasilitasi kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum. Ia berharap doa yang dipanjatkan sampai kepada Fathan Subchi, juga kepada aktivis PMII lainnya yang baru berpulang, KH Syibli Sahabuddin, serta seorang pegawai LAN RI Antang yang wafat dalam waktu berdekatan.
Pembacaan Yasin dan tahlil dipimpin Ustadz Ashar Temanggong, dengan dipandu Ustadz Ahsanul Fadhil dan Syekh Mahmuddin. Ahsanul Fadhil dan Mahmuddin diketahui merupakan anggota Bawaslu di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
Suasana khusyuk dan haru terasa sepanjang acara, menjadi wujud kepedulian antarsesama keluarga besar PMII.
Melanjutkan Cita-Cita Almarhum
Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Prof. KH Afifuddin Haritsah. Ia mengenang, belum lama ini almarhum menyampaikan keinginan untuk memberi perhatian lebih kepada pesantren-pesantren di Makassar. Meski belum sempat terwujud, niat baik itu menurutnya tetap harus dikenang dan dihidupkan di masa mendatang.
“Tugas kader PMII adalah melanjutkan cita, harapan, dan semangat perjuangan almarhum,” kata Afifuddin.
Mardiana Rusli turut menyampaikan duka cita mendalam atas nama pribadi. “Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas, kebersamaan, dan rasa empati kami. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta kita dapat melanjutkan kiprah dan perjuangan almarhum dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Doa bersama ditutup dengan permohonan agar Allah mencurahkan ampunan dan rahmat kepada almarhum, serta memberi ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan (707).






