Hujan Ekstrem Lumpuhkan Jalan di Barru, Iptu Saripuddin Turun Langsung: Polantas Merasakan Derita Rakyat

BARRU, BESTNEWS  – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Barru disertai angin kencang kembali memicu bencana alam. Sebuah pohon besar tumbang dan menutup total badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas terhenti dan warga terjebak antrean panjang di tengah cuaca buruk.

Di saat kepanikan dan keluhan masyarakat memuncak, Kasat Lantas Polres Barru, Iptu Saripuddin, hadir langsung di lokasi bersama personel Polantas Polres Barru. Tanpa sekat jabatan, mereka berdiri dan bekerja bersama masyarakat, melakukan evakuasi pohon tumbang demi membuka kembali akses jalan yang lumpuh.

Dengan hujan yang masih mengguyur, personel Polantas berjibaku memotong dan menyingkirkan batang serta ranting pohon. Sementara itu, petugas lainnya mengatur lalu lintas agar tetap terkendali dan mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan (13/12/2025).

“Kami tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas. Derita dan keluh kesah masyarakat juga kami rasakan. Apa yang dirasakan warga di lapangan, itulah yang juga kami alami bersama personel Polantas Polres Barru,” ungkap Iptu Saripuddin dengan nada humanis.

Pernyataan tersebut menjadi cerminan pendekatan Polri yang mengedepankan empati dan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Bukan sekadar menjalankan tugas formal, tetapi hadir sebagai bagian dari warga yang terdampak.

Berkat kerja cepat dan kebersamaan antara Polantas dan masyarakat, evakuasi pohon tumbang akhirnya berhasil dilakukan. Akses jalan kembali terbuka, antrean kendaraan berangsur terurai, dan aktivitas warga perlahan kembali normal.

Masyarakat pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kasat Lantas bersama personel di lokasi kejadian. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bukti bahwa Polantas Polres Barru benar-benar hadir, tidak hanya saat kondisi normal, tetapi juga ketika rakyat berada dalam situasi sulit.

Polres Barru mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, serta segera melaporkan kejadian darurat di jalan raya agar dapat ditangani secara cepat, tepat, dan humanis (1707).