PINRANG, BESTNEWS – Pergantian kepemimpinan di Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menjadi sorotan publik pendidikan nasional. Sosok Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc resmi dipercaya menakhodai salah satu kampus terbaik di Indonesia Timur untuk periode 2026–2030, membawa harapan besar di tengah tantangan dunia akademik yang semakin kompleks dan kompetitif (27/04/2026).
Ucapan selamat dan dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Mustamin B., S.E., M.M, Kepala Lembaga Inkubasi Bisnis STAI DDI Pinrang. Dalam pernyataannya, Mustamin menegaskan bahwa kepemimpinan baru ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum penting untuk memperkuat arah pendidikan tinggi yang inovatif dan adaptif.
“Selamat kepada Prof. Jamaluddin Jompa atas amanah besar sebagai Rektor Universitas Hasanuddin. Ini adalah kepercayaan sekaligus tantangan untuk membawa Unhas semakin unggul, berdaya saing global, dan mampu mencetak generasi intelektual yang berintegritas,” ujar Mustamin.
Menurutnya, peran perguruan tinggi saat ini tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan menjadi pusat lahirnya inovasi, kewirausahaan, serta solusi nyata bagi masyarakat.
Ia berharap di bawah kepemimpinan baru, Unhas mampu memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pengembangan inkubasi bisnis berbasis kampus.
“Kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi kunci. Kita butuh kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan pencipta lapangan kerja dan inovator masa depan,” tambahnya.
Pergantian kepemimpinan di Unhas ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab dinamika globalisasi pendidikan, digitalisasi, serta tuntutan dunia industri yang terus berkembang pesat. Sosok Prof. Jamaluddin diharapkan mampu menghadirkan kebijakan progresif yang mendorong kualitas riset, pengabdian masyarakat, hingga penguatan jejaring internasional.
Di tengah arus perubahan zaman, harapan besar kini bertumpu pada kepemimpinan baru tersebut bahwa kampus tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga mercusuar peradaban yang menerangi masa depan bangsa (707).












