PINRANG, BESTNEWS – Kondisi jalan poros Pinrang–Polman tepatnya di pertigaan menuju Terminal Paleteang, depan Indomaret Palia, Kelurahan Macinnae, Kabupaten Pinrang, menjadi sorotan tajam masyarakat. Aspal jalan yang mengembung, retak, dan menonjol ke permukaan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas kapan saja.
Kerusakan yang berada di salah satu jalur padat kendaraan tersebut disebut-sebut telah lama dikeluhkan warga. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai respons dan kesigapan pemerintah daerah maupun instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan.
Koordinator Koalisi Masyarakat Pinrang (KOMPI), Apandi Paserei, melontarkan kritik keras terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu hingga terjadi kecelakaan fatal sebelum mengambil tindakan (04/06/2026).
“Ini bukan lagi persoalan kerusakan biasa. Aspal yang mengembung di jalur utama seperti ini merupakan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa pengguna jalan. Pemerintah harus bergerak cepat sebelum muncul korban,” tegas Apandi.
Ia menilai keberadaan aspal yang menonjol di badan jalan sangat berisiko bagi pengendara sepeda motor maupun mobil, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas atau saat cuaca buruk. Benturan mendadak akibat permukaan jalan yang tidak rata dapat menyebabkan pengendara kehilangan kendali dan berujung pada kecelakaan.
KOMPI juga meminta dinas terkait segera melakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab terjadinya pengembungan aspal tersebut. Pasalnya, selain berpotensi dipengaruhi faktor konstruksi, kondisi itu juga dapat menjadi indikasi adanya permasalahan pada struktur dasar jalan yang membutuhkan penanganan menyeluruh.
Selain perbaikan permanen, masyarakat mendesak pemasangan rambu-rambu peringatan dan pengamanan sementara di lokasi agar pengguna jalan dapat mengantisipasi potensi bahaya saat melintas.
Menurut Apandi, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah ada korban jiwa. Jalan ini setiap hari dilalui ribuan kendaraan. Keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan hanya karena lambannya respons dan minimnya perhatian terhadap kondisi infrastruktur yang rusak,” tambahnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama instansi berwenang segera turun tangan melakukan perbaikan cepat dan transparan. Sebab, infrastruktur jalan yang aman bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut perlindungan nyawa masyarakat yang setiap hari menggunakan fasilitas publik tersebut.
“Perbaiki sekarang, jangan tunggu duka dan air mata menjadi harga dari kelalaian.” (707).











