BULUKUMBA, BESTNEWS – Semangat kebersamaan dan persaudaraan yang kuat mampu melahirkan karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat (14/06/2026)
Hal itulah yang ditunjukkan oleh Tricicle Dodas Community Bulukumba (TDCB), sebuah komunitas kreatif yang sukses mengembangkan kendaraan tiga roda bermesin mobil sebagai alternatif transportasi yang aman, stabil, dan nyaman, khususnya bagi kalangan lanjut usia.
Komunitas ini lahir dari gagasan dan kreativitas H. Nasution bersama Muh. Udin (Dodding), Asran, dan Haryanto. Berawal dari hobi dan kecintaan terhadap dunia otomotif, mereka berkolaborasi untuk mewujudkan kendaraan roda tiga yang memadukan teknologi mesin mobil seperti Suzuki Carry 10, L100, Hijet 55, hingga Volkswagen (VW) dalam sebuah konsep kendaraan kustom yang unik.
Saat ditemui di sela kegiatan test drive dari Pantai Merpati Bulukumba menuju Pantai Marina Bantaeng, Sabtu (13/6/2026), H. Nasution yang juga merupakan pewarta media online sekaligus inisiator TDCB mengungkapkan bahwa pengalaman mengendarai tricycle bermesin mobil memberikan sensasi yang berbeda.
“Hal pertama yang dirasakan adalah akselerasi yang sangat responsif karena bobot kendaraan lebih ringan dibanding mobil standar.
Stabilitasnya juga sangat baik saat bermanuver dan menikung karena memiliki pusat gravitasi yang rendah, sehingga mampu mengikuti arah tikungan layaknya mengendarai motor besar,” jelas H. Nasution.
Menurutnya, kendaraan tiga roda bermesin mobil kini semakin diminati karena mampu menghadirkan perpaduan antara kenyamanan mobil dan sensasi berkendara terbuka seperti sepeda motor.
Sementara itu, Dodding dan Asran sebagai perakit sekaligus modifikator kendaraan tersebut mengembangkan konsep tricycle kustom yang dirancang sebagai solusi mobilitas perkotaan bagi masyarakat usia lanjut.
Kendaraan dengan sistem penggerak roda belakang ini dirakit menggunakan mesin mobil yang telah teruji keandalannya, sehingga memberikan tingkat kestabilan tinggi, mudah dikendalikan, dan tetap nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Tak hanya mengedepankan aspek teknis, TDCB juga mengusung nilai kebersamaan dan kekeluargaan sebagai fondasi utama komunitas.
Bagi mereka, setiap proses perakitan hingga pengujian kendaraan merupakan bagian dari perjalanan persaudaraan yang menghasilkan kenangan dan karya bersama.
H. Nasution mengungkapkan bahwa ide pengembangan kendaraan tiga roda bermesin mobil ini terinspirasi dari negara Swedia.
“Di Swedia, kendaraan tiga roda bermesin mobil banyak digunakan oleh masyarakat yang berusia di atas 50 tahun. Konsep itu menjadi inspirasi kami untuk menghadirkan kendaraan yang aman, nyaman, dan tetap memberikan kebebasan bergerak bagi para lansia,” tuturnya.
Keberadaan Tricicle Dodas Community Bulukumba diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi para pecinta otomotif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi transportasi lokal yang bernilai sosial dan ekonomis.
Dengan semangat kebersamaan yang menjadi identitas komunitas, TDCB membuktikan bahwa kreativitas dan persaudaraan dapat melahirkan karya yang tidak hanya unik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kebersamaan menciptakan kenangan abadi, sementara inovasi menghadirkan manfaat yang terus hidup untuk generasi.” (707).












