Dari Pangkajene untuk Indonesia: Jejak Pengabdian Prof. Ruslin dalam Membangun Senyum dan Masa Depan Generasi Bangsa

MAKASSAR, BESTNEWS – Ada manusia yang mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan. Ada pula yang memilih mengabdikan dirinya untuk mendidik dan membangun peradaban. Namun, tidak banyak yang mampu menjalani keduanya secara bersamaan. Sosok itu tercermin pada diri Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), seorang dokter, akademisi, pemimpin, sekaligus pendidik yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan pengabdian kepada kemanusiaan.

Lahir di Pangkajene pada 2 Juli 1973, perjalanan hidup Prof. Ruslin tidak dibentuk oleh kemudahan maupun jalan yang singkat. Sejak muda, beliau dikenal sebagai pribadi yang disiplin, pekerja keras, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Bahkan, pada masa kecilnya, beliau pernah bercita-cita menjadi seorang tentara. Meski takdir kemudian membawanya menapaki dunia kesehatan, nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, dan dedikasi yang melekat dalam cita-cita tersebut tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah kehidupannya.

Pilihan hidup itu kemudian mengantarkannya menjadi seorang dokter gigi spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial, sebuah bidang yang tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga menyangkut upaya mengembalikan fungsi, kepercayaan diri, dan harapan bagi setiap pasien. Di balik setiap tindakan operasi yang dilakukan, terdapat kehidupan yang perlahan dipulihkan dan senyum yang kembali merekah.

Namun, bagi Prof. Ruslin, menjadi seorang dokter saja tidak pernah cukup. Beliau meyakini bahwa ilmu pengetahuan harus terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Keyakinan inilah yang membawanya ke dunia akademik dan pendidikan tinggi. Di ruang-ruang kuliah, beliau tidak sekadar menyampaikan materi pembelajaran, melainkan juga menanamkan etika, tanggung jawab, serta cara berpikir kritis kepada para calon dokter dan tenaga kesehatan masa depan.

Komitmen dan dedikasinya di bidang pendidikan kemudian mengantarkan beliau memimpin Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin sebagai dekan. Pada fase tersebut, tanggung jawabnya tidak lagi terbatas pada proses pengajaran, melainkan juga pada pembangunan sistem pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu menjawab tantangan global.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya terus bertumbuh. Saat ini, Prof. Ruslin mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam menentukan arah kebijakan akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembinaan puluhan ribu mahasiswa di Universitas Hasanuddin. Perannya bukan sekadar mengelola administrasi perguruan tinggi, melainkan memastikan lahirnya generasi yang unggul, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Di tengah kesibukannya sebagai pemimpin akademik, Prof. Ruslin tetap aktif sebagai peneliti dan ilmuwan. Kiprahnya bahkan melampaui batas-batas negara. Beliau dipercaya menjadi co-promotor pada program doktor di Vrije Universiteit Amsterdam dalam penelitian mengenai terapi regeneratif bagi pasien celah bibir dan langit-langit mulut. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa karya akademik dan kapasitas keilmuan putra bangsa mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Sebagai Guru Besar di bidang Bedah Mulut dan Maksilofasial, Prof. Ruslin senantiasa mengingatkan bahwa kemajuan teknologi kesehatan bukanlah tujuan akhir. Bagi beliau, tujuan utama dari setiap perkembangan ilmu dan teknologi adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi, lebih presisi, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan sejatinya harus selalu berpihak kepada kemanusiaan.

Selain itu, beliau juga dipercaya memimpin Kolegium Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia. Amanah tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas dan integritasnya dalam menjaga mutu pendidikan spesialis di Indonesia serta memastikan lahirnya dokter-dokter yang kompeten dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Di balik berbagai jabatan dan prestasi yang diraih, mereka yang mengenal Prof. Ruslin hampir selalu menemukan satu kesan yang sama, yakni kesederhanaan. Beliau lebih senang mendengarkan daripada berbicara, lebih memilih berdialog daripada menggurui, serta membangun melalui keteladanan dibandingkan sekadar memberikan instruksi. Di sanalah letak esensi kepemimpinannya: memimpin dengan hati dan menginspirasi melalui tindakan nyata.

Perjalanan hidup Prof. Ruslin pada akhirnya bukan sekadar kisah tentang pencapaian pribadi. Ini adalah kisah tentang seorang anak dari Pangkajene yang memilih jalan ilmu pengetahuan, mengabdikan dirinya sebagai dokter, mendidik sebagai akademisi, memimpin sebagai negarawan kampus, dan meyakini bahwa pengabdian merupakan bentuk tertinggi dari sebuah pencapaian.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-53, yang patut dirayakan bukanlah bertambahnya usia semata, melainkan jejak pengabdian yang telah ditorehkan bagi dunia kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan.

Selamat ulang tahun, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K). Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, kebijaksanaan dalam memimpin, serta kekuatan untuk terus menghadirkan manfaat bagi bangsa dan negara. Semoga setiap langkah pengabdian yang ditempuh menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan masa mendatang (707).