PINRANG, BESTNEWS – Kekhawatiran menyelimuti para petani di Dusun Kanarie, Desa Labalakang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Ancaman kekeringan yang mulai menghantui areal persawahan membuat para petani berharap adanya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Pinrang maupun Kementerian Pertanian.
Salah seorang petani, Ahmad, mengungkapkan bahwa ketersediaan air untuk mengairi sawah semakin menjadi persoalan serius. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya produktivitas padi hingga berpotensi menyebabkan gagal panen (09/7/26).
“Petani sangat membutuhkan bantuan pemerintah, terutama bantuan pompanisasi agar air dapat mengalir ke areal persawahan. Kalau dibiarkan, sawah bisa mengering dan hasil panen terancam menurun,” ujar Ahmad.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, penyediaan sarana irigasi dan pompanisasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terutama saat musim kemarau mulai melanda.
Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan untuk melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat. Mereka juga meminta Kementerian Pertanian memberikan perhatian melalui program bantuan pompanisasi maupun solusi lain yang dapat menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Masyarakat menilai, ketahanan pangan nasional tidak akan terwujud tanpa dukungan nyata terhadap petani sebagai ujung tombak produksi pangan. Oleh sebab itu, aspirasi petani di Dusun Kanarie diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan semata, melainkan menjadi perhatian serius yang segera ditindaklanjuti.
Kini, harapan para petani hanya satu: hadirnya langkah nyata sebelum kekeringan benar-benar mengubah hamparan sawah produktif menjadi lahan yang gagal menghasilkan panen (MLT).






