JAKARTA, BESTNEWS – Di bawah temaram lampu benderang *She La Vie Grand Ballroom* Alam Sutera yang megah, sesosok siluet belia melangkah dengan ritme yang melampaui usianya. W Louree Tanzeela Mecca, gadis cilik yang tumbuh dalam pelukan angin mamiri Kota Makassar, malam itu memahat namanya dalam guratan tinta emas. Ia tidak sekadar berjalan; ia menari bersama impiannya, menaklukkan gemuruh panggung megah *Face of Indonesia Preteen 2026* tingkat nasional dengan keanggunan yang murni (12/07/2026).
Perjalanan menembus panggung tertinggi seantero negeri ini bukanlah untaian kisah yang terajut dalam semalam. Bagi Louree, siswi kelas III Al-Alim di Sekolah Islam Athirah yang masih belia, dunia pemodelan adalah kanvas tempat ia melukis keberanian. Ketika tirai kompetisi disingkap, sang takdir mempertemukannya dengan sebuah ujian waktu yang amat karib: persiapan yang terbilang singkat. Di saat keraguan kerap mengintai jiwa-jiwa muda, Louree justru membalut keterbatasan itu dengan keteguhan hati yang mengagumkan.
Setiap jengkal langkah di atas *catwalk* nasional adalah kristalisasi dari latihan intensif, ketukan disiplin, dan kepercayaan diri yang kokoh. Sebagai finalis termuda di kategori *Preteen*, kehadiran Louree laksana sekuntum kuncup yang mekar mendahului musimnya. Di hadapan dewan juri yang jeli dan persaingan yang mendidih dari berbagai penjuru nusantara, pesona alaminya memancar kuat. Ia memikat mata, memeluk perhatian, hingga akhirnya dinobatkan sebagai **Best Model of the Year** (Model Terbaik). Sebuah gelar paripurna yang menegaskan bahwa talenta sejati tidak mengenal batasan usia.
Di balik gemerlap trofi dan tepuk tangan yang membahana, mengalir doa dan ketulusan tanpa tepi dari dua perajin jiwanya: Sang Ayah, Laode Kurniadi Ali, dan Sang Ibu, Fitriani. Bagi kedua orang tuanya, raihan di ibu kota ini bukanlah sekadar tentang mahkota atau sanjungan semu. Ia adalah sebentuk perayaan atas keberanian seorang anak untuk menantang batas kemampuannya, untuk bangkit berdiri tegak menghadapi badai kecemasan, dan berani bersinar terang di tengah kerumunan semesta.
“Usia bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Teruslah rendah hati, terus belajar, dan jadilah versi terbaik dari dirimu. Ibu dan Ayah akan selalu menjadi pendukung terdepanmu, memeluk setiap langkah dan mimpimu,” ungkap orang tua Louree dengan rasa haru yang mendalam.
Kini, trofi indah itu telah bersandar erat di jemari kecil Louree. Namun, kisah ini baru saja membuka babak pertamanya. Langkah anggun sang putri Makassar di kancah nasional telah memberi pesan benderang kepada generasi muda di seluruh penjuru negeri: bahwa mimpi yang dirawat dengan kerja keras dan ketulusan, sedini apa pun mulainya, akan selalu menemukan jalannya untuk merekah indah.
Selamat atas pencapaian luar biasa, Louree. Teruslah mengepakkan sayap, mengangkasa, dan menginspirasi dunia (707).
#louree #kidsmodelmakassar #sekolahislamathira #modelcilikmakassar #faceofindonesia2026 #preteenmodel












