KEP.SELAYAR, BESTNEWS – Polres Kepulauan Selayar terus mengintensifkan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang KLM Nurul Salsa yang mengalami musibah di perairan Barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu. Hingga pembaruan data Posko Informasi Kecamatan Pasimasunggu per Kamis (17/7/2026) pukul 15.00 WITA, sebanyak 46 orang berhasil diselamatkan, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 27 orang lainnya masih dalam pencarian.
KLM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pelabuhan Jampea menuju Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar sebelum mengalami insiden di tengah pelayaran. Sejak informasi diterima, Satpolairud Polres Kepulauan Selayar bersama Basarnas, Pos TNI AL, pemerintah daerah dan unsur nelayan bergerak melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Dalam proses evakuasi, sebanyak 46 orang berhasil diselamatkan yang terdiri atas 33 penumpang, tujuh anak buah kapal (ABK), serta enam penumpang yang lebih dahulu dievakuasi oleh kapal nelayan menuju Pulau Polassi. Sementara itu, satu orang penumpang atas nama Salmawati dinyatakan meninggal dunia.
Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi A., mengatakan hingga saat ini masih terdapat 27 orang yang berada dalam pencarian. Dari jumlah tersebut, 17 orang merupakan penumpang yang tercatat dalam manifest kapal, yakni Cia, Bau Intang, Sahrul Amin, Madang, Januari, Maridaeng, Umar, Naura, Nurhayati, Asseng, Malida, Hasbi, Hasnani, Isa, Naila, Jusriawati, dan Arfandi.
Selain itu, terdapat 10 orang yang dilaporkan masyarakat diduga ikut dalam pelayaran namun belum tercantum dalam manifest, masing-masing Jaenuddin, Nurmiati, Jasmal, Diska, Musliana, Sitti Amang, Andi Sama, Hasliana, Hasriati, dan Sri Hardati.
“Data korban masih terus diperbarui berdasarkan hasil validasi antara manifest kapal, hasil evakuasi, keterangan awak kapal, serta laporan masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya atau mengetahui adanya keluarga yang ikut dalam pelayaran namun belum terdata dalam manifest. Oleh karena itu, jumlah maupun identitas penumpang masih dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan,” ujar Aipda Suardi.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami memastikan seluruh personel yang terlibat akan terus bekerja maksimal bersama Basarnas, TNI AL, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam upaya pencarian dan penyelamatan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan dukungan kepada tim gabungan yang sedang melaksanakan operasi kemanusiaan ini,” ujar Kapolres.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih terus berlangsung di perairan Barat Pulau Polassi dengan melibatkan KRI Marlin-877, Basarnas Provinsi Sulawesi Selatan, Satpolairud Polres Kepulauan Selayar, Pos TNI AL, pemerintah daerah serta dukungan kapal-kapal nelayan. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan sesuai hasil operasi dan pembaruan data resmi dari posko terpadu.
(HUMAS POLRES)






