Dorong Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan Pinrang Gencarkan Pengembangan Budidaya Air Tawar Berbasis Masyarakat

PINRANG, BESTNEWS — Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan, khususnya budidaya ikan air tawar.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Desa Pangan Tangguh Berbasis Perikanan, dengan sub kegiatan pemberian pendampingan, kemudahan akses ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi perikanan secara produktif, berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga (09/09/2026).

Kadis Perikanan: Jangan Sekadar Budidaya, Harus Jadi Sumber Penghasilan

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang, A. Muh. Taufik Arif, S.STP, menegaskan bahwa pengembangan budidaya air tawar harus diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan.

“Budidaya perikanan tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan produksi. Masyarakat harus mendapatkan pengetahuan, pendampingan dan akses teknologi agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri, produktif dan berkelanjutan,” tegas A. Muh. Taufik Arif.

Menurutnya, pemanfaatan potensi perikanan di tingkat desa merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Ia juga mendorong masyarakat agar tidak takut memanfaatkan teknologi dan pengetahuan baru dalam pengelolaan budidaya ikan air tawar, mulai dari teknik pemeliharaan hingga pengelolaan usaha.

Abdullah ST: Pengetahuan dan Teknologi Jadi Kunci

Sementara itu, Kabid Perikanan Kabupaten Pinrang, Abdullah, ST, menekankan pentingnya pendampingan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya menerima materi sosialisasi, tetapi mampu menerapkannya di lapangan.

“Kita ingin masyarakat memiliki kemampuan teknis yang benar dalam budidaya air tawar. Karena itu, pendidikan, pelatihan, pendampingan dan akses informasi menjadi bagian penting dalam membangun desa pangan tangguh berbasis perikanan,” ujar Abdullah.

Ia menambahkan, pengembangan budidaya air tawar harus disesuaikan dengan potensi dan kondisi masing-masing wilayah sehingga usaha yang dijalankan masyarakat dapat berkembang secara optimal.

Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang berharap program ini mampu melahirkan masyarakat pembudidaya yang lebih mandiri, meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, serta memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui sektor perikanan.

Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi bagaimana potensi lokal dikelola menjadi kekuatan ekonomi masyarakat (707).