PINRANG, BestNews19.com – Meski menyisahkan beberapa pekan hari raya Idul Adha, namun peminat sapi kurban di Kabupaten Pinrang mulai terasa.Kondisi ini pun membuat pedagang sapi kurban was was.
Pedagang Sapi Kurban Sulthani mengatakan hingga Tiga pekan sebelum Lebaran Idul Adha, penjualan sapi kurban di tempat usahanya masih stagnan dibanding ” Padahal tahun sebelumnya, sudah puluhan laku terjual, meski Lebaran Idul Adha masih tersisa satu bulan ” kata dia, di kandang sapi kurban miliknya Kamis 2 Juli 2020.

Idul Adha sebelum Pandemi Covid19 kata dia, Mampu menjual sekitar 30 ekor sapi, dan terjual habis sepekan sebelum Pelaksanaan Shalat Idul Qurban ” Tapi sekarang, baru dua orang yang datang melihat lihat sapi, itupun belum pasti”.
Kondisi ini pun kata dia, membuatnya menahan diri, untuk tidak meminta suplai sapi kurban dari daerah lain seperti Enrekang dan Sidrap, karena khawatir tidak laku terjual ” Kami pesan sapi kurban dari daerah lain, ketika pembeli sudah menyatakan kesiapannya untuk berkurban dan membayar uang muka”.

Meski demikian lanjut dia, harga sapi kurban saat ini mengalami kenaikan dibanding dengan tahun sebelumnya antara Rp500 ribu- 1 juta per ekor.
Senada dengan Pedagang sapi Kurban di Dolangan Kecamatan Mattiro Bulu Iswandi mengatakan, Idul Adha sebelum pandemi Covid19 mampu menjual 80 ekor sapi dengan harga puluhan juta per ekor ” Tapi sekarang beruntung jika laku terjual 50 ekor hingga pelaksanaan shalat idul Adha mendatang “.

Stok sapi yang disiapkan lanjut dia, hanya berkisar 60-70 ekor sapi, karena khawatir peminat hewan kurban jenis sapi untuk tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya ” Stok hewan kurban cukup banyak, cuma pedagang yang khawatir membeli, karena takut tidak laku ” (Dia).





