Kontes Ayam di GOR Bulog Pare – Pare Mendapat Sorotan Beberapa Warga, di Duga Ada Judi

PARE-PARE, BestNews19.com – Kontes Ayam di Parepare masih disorot masyarakat luas. Pasalnya sejumlah pihak menduga adu ayam yang digelar di GOR Bulog itu ada perjudian, terlebih uang pendaftarannya yang cukup besar.

Salah seorang peserta berinisial AD membeberkan bahwa adu ayam itu dipungut biaya pendaftaran dengan harga bervariasi. Mulai Rp. 3 juta.

“Uang pendaftaran ada yang Rp 3 juta. Ada juga yang melakukan sewa di dalam pada saat kontes, bahkan ada juga yang sewa langsung,” katanya pada Minggu kemarin.

Peserta kontes lainnya berinisial MT yang berasal dari Kabupaten Wajo mengaku pecinta ayam sejak kecil, namun baru pertama kali ikut kontes adu ayam. Ia mengaku menyetor uang Rp. 6 juta kepada panitia.

“Saya ikutkan satu ayam. Ada setoran untuk pendaftaran. Saya setor Rp 6 juta. Ada kelompoknya. Sekali main, dan menang.

Jadi, yang disetor dikembalikan, ada juga lebihnya beserta tropi. Jadi, sekali main saja,” ungkapnya yang dihubungi melalui telpon celluler.

Ia menambahkan, saat kontes, ayam tidak menggunakan Taji. “Cakarnya juga itu dibungkus. Mirip petinju. Jadi, ayam tidak luka,” tambahnya.

Informasi dari sumber lain yang dihimpun media menyebut, uang taruhan yang beredar di ajang itu bisa mencapai ratusan juta. Apalagi pesertanya menyebut ada ratusan ayam.

Sementara, Ketua Panitia, H Akbar enggan berkomentar banyak. Baik menyangkut uang pendaftaran maupun unsur judi di dalamnya.

“Saya tanggapi secara dewasa yang begini. Terserah persepsinya bagaimana tentang even tersebut,” tulis H Akbar dalam pesan singkat.

Kepala Sub Divre Bulog Parepare Arsul Tallamma menyebutkan pihaknya sudah kordinasi dengan satgas penanganan Covid-19 kota Parepare terkait izin acara tersebut.

“Yang bisa menyampaikan apakah ada unsur lain-lain yang melanggar hukum, saya tidak bisa mengomentari itu. Makanya saya juga bingung saat ditanya. Bukan kapasitas saya. Apakah itu ada pelanggaran protokol kesehatan atau lainnya. Disampaikan (kepada pihaknya) itu kontes,” ujarnya, baru-baru ini kepada awak media.

Kapolres Parepare, AKBP Welly Abdillah mengaku mengeluarkan rekomendasi izin dalam pelaksanaan kontes ayam. Tapi dengan syarat tidak ada uang beredar atau unsur judi di dalamnya.

“Izin diberi. Tapi tidak ada uang beredar. Namanya lomba pasti memang ada potensi judi. Makanya kami lakukan pengawasan. Dan tidak ada temuan uang beredar,” jelasnya..

“Memang dalam pertandingan pasti berpotensi judi. Makanya kami pantau. Polres memastikan tidak ada uang beredar di pertandingan. Kami pastikan ketika ada uang beredar pasti kami hentikan,” pungkasnya (V-Sanji/Rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *