Berpindah Tugas, Tak Berpindah Hati: Andi Rahmat Tetap Dirindukan Warga Kelurahan Benteng

PINRANG, BESTNEWS — Jabatan boleh berganti, tempat bertugas boleh berpindah, namun kedekatan dan hubungan baik dengan masyarakat ternyata tidak mudah hilang. Hal itu tercermin dari sosok Andi Rahmat, mantan Lurah Benteng yang kini mendapat amanah sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang.

Meski telah meninggalkan tugasnya sebagai Lurah Benteng, kehadiran Andi Rahmat di tengah masyarakat Kelurahan Benteng masih terus dinantikan. Suasana penuh keakraban kembali terlihat ketika dirinya hadir dalam sebuah kegiatan hajatan yang digelar oleh salah satu tokoh masyarakat yang dituakan di Kelurahan Benteng (22/09/2026).

Kehadiran Andi Rahmat disambut dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah warga yang pernah berinteraksi dengannya semasa menjabat sebagai lurah tampak menyempatkan diri untuk bersalaman, berbincang, hingga mengenang berbagai kebersamaan yang pernah terjalin.

Bagi masyarakat, sosok Andi Rahmat bukan sekadar pernah menjadi lurah. Hubungan yang terbangun selama menjalankan tugas membuat dirinya tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kelurahan Benteng.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan antara seorang pemimpin dengan masyarakat tidak selalu berhenti ketika masa jabatan berakhir. Silaturahmi, komunikasi dan kepedulian justru menjadi jembatan yang membuat hubungan itu tetap terjaga.

Andi Rahmat sendiri terlihat menyatu dalam suasana hajatan tersebut. Tanpa sekat jabatan, ia berbaur bersama masyarakat, menghadirkan suasana sederhana namun sarat makna.

Perpindahan tugas dari Kelurahan Benteng ke Kecamatan Mattiro Bulu pun seakan tidak menjadi jarak yang memutus tali silaturahmi. Sebaliknya, kehadirannya di tengah warga menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat terus dilakukan dalam ruang dan tugas yang berbeda.

Dari Benteng menuju Mattiro Bulu, tugas boleh berubah. Namun silaturahmi dan rasa kekeluargaan tetap terjaga.

Kehadiran Andi Rahmat dalam hajatan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah hubungan yang dibangun dengan ketulusan: ketika jabatan telah berganti, masyarakat tetap membuka pintu dan menyambutnya sebagai bagian dari keluarga mereka (707).