oleh

Pinrang Bukan Sarang Investasi Yang Tidak Ramah Lingkungan

PINRANG, BestNews19.com – Pinrang adalah salah satu kabupaten lumbung pangan Nasional, luasnya lahan pertanian serta adanya aliran sungai saddang menjadi alasan utama mayoritas masyarakat Pinrang memilih menjadi Petani.

Panjangnya garis pantai menjulang hingga 90km memberi maamfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat nelayan dan petani tambak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Tak hanya itu Pinrang juga memiliki kawasan hutan dan pengunungan yang luas tepatnya berada di tiga kecamatan yakni, Lembang, Duampanua serta Batulappa menjadikan Pinrang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar jika di kelola dengan baik dan berbasis masyarakat.

Namun akhir akhir ini eksploitasi sumber daya alam mulai dari kawasan hutan lindung, pegunungan, Daerah aliran Sungai Saddang serta Kawasan Pesisir begitu massif terjadi di Kabupaten Pinrang.

Seperti penyadapan getah pinus di kawasan hutan lindung kecamatan lembang menyebabkan ribuan pohon pinus mati dan mengalami kekeringan.

Kegiatan penyadapan tersebut sudah di lakukan bertahun tahun oleh oknum yang memanfaatkan jasa organisasi/perusahaan sehingga dengan bebasnya mereka keluar masuk kawasan hutan lindung melakukan aktivitas penyadapan getah pinus, sementara masyarkat sekitar ketika ingin memanfaatkan kawasan hutan selalu di larang bahkan dikejar oleh oknum Polhut.

Selanjutanya Pada tahun 2020 lalu pemkab pinrang pernah merilis data bahwa ada 159 tambang ilegal atau belum mengantongi izin, namun sayangnya sampai saat ini saya belum pernah melihat pemkab melakukan penindakan terhadap pengusaha tambang yang ilegal di kabupaten pinrang, sehingga kami mencurigai jika pemda tidak serius atau takut kepada pengusaha tambang ilegal yang ada di Kabupaten Pinrang.

Sementara potret massifnya bencana alam terjadi dibeberapa daerah yang ada di Indonesia salah satu penyebabnya adalah ekploitasi SDA atau aktivitas pertambangan, sehingga pemkab harus segera melakukan penindakan terhadap seluruh aktivitas tambang yang ilegal dan menutup Tambang yang wilayah konsesinya tidak sesuai dengan perda RTRW.

Adanya pengurangan aubsidi pupuk kimia dan berlakukanya kartu tani membuat petani di kabupaten pinrang mencari solusi alternatif dengan cara memanfaatkan pupuk organik,ini adalah kabar baik bagi lahan pertanian dan lingkungan.

Namun sangat di sayangkan pemerintah kabupaten Pinrang salah kaprah melihat kondisi tersebut. Pemkab justru mencoba mendorong pengunaan pupuk organik yang di produksi oleh perusahaan, tidak mencoba membangun kemandirian petani dengan cara di produksi sendiri oleh petani sehingga mengurangi biaya pertanian.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Seluruh Dunia 5 Juni 2021. Penyelamat lingkungan hidup adalah kewajiban untuk memberikan hak bagi generasi selanjutnya agar mereka juga bisa menikmati.” Senin (07/06/2021) Penulis: Arfandi

(Ajeng)*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed