oleh

Resmi, Aktivis Gempur Pinrang, Lapor Ke Kejari Terkait Tindak Korupsi Plt. Kadis PUPR Kabupaten Pinrang Dan Pemenang Tender (PT ALF)

PINRANG, BestNews19.com – Aksi unjuk rasa yang digaungkan oleh Gerakan Mahasiswa Pinrang Utara ( GEMPUR) terkait Kasus Tindak Korupsi yang dilakukan oleh Instansi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Kabupaten Pinrang dan korporasi pemenang tender di Kejaksaan Negri Kabupaten Pinrang pada tanggal 15 Juli 2021.

Aksi tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pelaporan secara resmi di Kejari Pinrang oleh Ketua Gempur ( Haidir Ali) kepada pihak Kejari Pinrang diantaranya kasi Intel Tomy dan kasi Pidsus Subair di Ruang PTSP Kejaksaan Negri Pinrang pada 23 Juli 2021.

Haidir Ali mengungkapkan bahwa, “pelaporan secara resmi di kejaksaan negri Pinrang sudah dilakukan dan Alhamdulillah sudah di terimah dengan baik oleh Kasi Intel dan Kasi Pidsus.”

“Perihal Pelaporannya ialah ketidak sesuaian spesifikasi dan pengurangan Volume pekerjaan Realisasi Belanja Jalan, Irigasi Dan Jaringan oleh Dinas PUPR di desa Padaelo, Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang.” Ujar Haidir Ali kepada awak media.

“Kami sudah serahkan beberapa bukti dan juga hasil investigasi kami dilapangan serta meminta pihak kejari Kabupaten Pinrang serius terhadap kasus tersebut” ungkap Haidir yang kerap disapa gonrong. Sabtu (24/07/2021).

ia menambahkan bahwa, “adanya fakta dan informasi yang di dapat dilapangan sesuai hasil investigasi bersama dengan seorang sarjana Teknik.

Sekaligus melakukan pengecekan fisik secara langsung dilapangan seperti pengukuran lebar, tebal dan panjang ternyata sudah selesai 100% dan setelah mengambil sampel dilapangan dan sudah diperhitungkan ternyata ada praktek-praktek nakal.”

Sebab kata dia, pekerjaan tersebut mengalami permasalahan yaitu ketidak sesuaian spesifikasi pekerjaan dan mengalami kekurangan volume senilai Rp. 460.000.000.00 sehingga kami mengindikasi adanya praktek jahat antara Dinas PUPR Kabupaten Pinrang dan Pemenang Tender (PT ALF).

“Namun jika pihak Kejari Pinrang main-main, tidak serius dan belum ada kepastian turun melakukan penyelidikan dalam waktu 7 hari laporan diterima, maka akan kembali menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi” tegas Haidir Ali selaku ketua GEMPUR (Bal/Ajeng).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed