oleh

30 PKK Remaja Akan Dibina Guna Mencegah Stunting

SULSEL|PAREPARE, BestNews19 – Sebagai persiapan pencegahan dan penanggulangan stunting serta gizi buruk Tahun 2021, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Parepare, menggelar Rapat Koordinasi (rakor) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Parepare, bertempat di Balai Ainun kota Parepare, Rabu 27 Oktober 2021.

Melalui virtual Ketua TP PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan mengemukakan, salah satu masalah dalam keluarga yang menjadi isu nasional saat ini ialah stunting. Yang mana merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Data Dinkes untuk pengukuran Agustus 2021 terdapat 1.078 balita stunting atau dengan persentase sebesar 18,49 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, stunting tidak saja berdampak pada kesehatan, melainkan juga berdampak pada pendapatan dan akses ekonomi.

“Anak stunting bukan saja gagal tumbuh kembang secara fisik, tetapi didefinisikan sebagai generasi lambat, tidak berdaya saing, dan tidak mumpuni dalam hal kecerdasan. Oleh sebab itu, Stunting harus dicegah,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Kesetaraan Gender, DP3A Parepare, Sriyanti Ambar, menyebut, rakor dalam dua bulan ini akan dilakukan action sebagai langkah awal sebagai penetapan lokus Parepare Tahun 2022.

“Dan sudah di SK kan ada lima Kelurahan lokus yang menjadi lokus penanganan untuk Tahun 2022. Sehingga kami dari DP3A kota Parepare bekerjasama dengan TP PKK kota Parepare melakukan langkah awal untuk mengintervensi lokus-lokus tersebut. Sehingga tahun depan kita bisa mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang ada tahun ini, ” jelasnya.

Kata Sriyanti, adapun actionnya ialah dengan melakukan pembinaan terhadap PKK remaja. Sebelumnya, kata dia, yang diintervensi 1.000 HPK.

“Kami dari DP3A bersama TP PKK akan menyentuh di sisi lain yaitu remajanya yang mana mereka ini calon ibu, sehingga kami perlu melakukan pembinaan sebagai upaya pencegahan stunting itu,” kata Sriyanti.

“Untuk PKK remaja yang disepakati tadi ada 30 orang PKK remaja. Mereka ini merupakan perwakilan dari 22 Kelurahan, lima perwakilan kelurahan lokus, serta tiga perwakilan kecamatan lokus,” ucapnya.

Ia menegaskan, dipilihnya PKK dari remaja untuk dilatih sebab mereka lebih mudah untuk mengingat dan menangkap materi yang diberikan. Apalagi nantinya mereka yang akan turun ke lapangan untuk melakukan edukasi bahkan pengukuran pada balita.

“Remaja Juga merupakan calon ibu yang sebaiknya perlu lebih awal mengetahui bagaimana menjaga kesehatan sebelum menikah, setelah menikah, bahkan saat kehamilan, serta ketika mereka nantinya menjadi seorang ibu,” tandasnya (V-Sanji).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed