oleh

Kejari Parepare Musnahkan BB Narkotika Dengan Cara Diblender Dan Dibakar

PAREPARE, BestNews19.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare lakukan pemusnahan barang bukti perkara narkotika dan perkara lainnya yang sudah memperoleh kekuatan hukum tetap pada Kejari Parepare, bertempat di Halaman Kejari Parepare, Rabu 27 Oktober 2021.

Kepala Kejari Parepare, Didi Hariyono mengatakan, pelaksanaan pemusnahan Barang Bukti pada hari ini Selasa 27 oktober 2021 yang dilaksanakan oleh Kejari Parepare adalah merupakan barang bukti Narkotika dan perkara lainnya selesai proses Pengadilan atau telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebanyak 50 perkara.

“Barang bukti yang akan dimusnahkan adalah, 129,6548 gram shabu-shabu, 1,2401 gram tembakau Gorillaz, 10 buah alat penghisap shabu/Bong, dua buah handphone, 10 buah sendok kecil yang terbuat dari potongan pipet, lima buah kotak kecil, lima buah pembungkus rokok, tujuh buah korek gas, delapan buah pipa/pireks, dua buah kantong plastik, dan empat lembar pakaian. Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara diblender dan dibakar,” jelas Kajari Parepare.

Selain itu, ia menjelaskan, penyalahgunaan ketergantungan Narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sementara Narkotika itu sendiri bagaikan fenomena gunung es, artinya tampak dipermukaan lebih kecil dibandingkan dengan yang tidak tampak (yang tidak tertangkap / terjadi proses hukum).

“Berdasarkan pengamatan, penyalahgunaan atau ketergantungan Narkotika sudah menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan tidak lagi memandang profesi dan status sosial. Penyebab awalnya seseorang menyalahgunakan atau ketergantungan Narkotika antara ain, dari pengaruh/bujukan teman, ingin coba-coba, faktor frustasi/stres, untuk meningkatkan gairah kerja, dan pada saat dalam keadaan lingkungan keluarga yang tidak harmonis,” terangnya.

Tidak hanya itu, kata Kajari Parepare, penyalahgunaan/ketergantungan mengonsumsi Narkotika, akan mengalami gangguan mental dan perilaku dan terus akibatnya terganggu/rusaknya sel-sel dan susunan saraf pusat diotak. Jika itu terus terjadi bagaimana untuk meyelamatkan generasi muda ke depan.

“Olehnya itu, bagaimana cara dan upaya-upaya yang harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi sebanyak mungkin terhadap produksi dan peredaran Narkotika, maupun permintaan atau kebutuhan (konsumsi) terhadap Narkotika,” ucapnya.

Olehnya itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama memberantas Narkotika yaitu melalui dua sisi preventip, yaitu dari lingkungan sekolah (peran Diknas, guru-guru), dan lingkungan rumah tangga (peran orangtua).

“Saya mengimbau pentingnya peran semua elemen lapisan masyarakat dan dengan peningkatan hubungan yang erat antar penegak hukum untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika demi menyelamatkan Bangsa dan Negara,” tegasnya (V-Sanji).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed