oleh

Dua Nelayan Ditemukan Terombang Ambing di Perairan Sendana Somba Majene

SULSEL|PAREPARE, BestNews19 — Terdapat dua nelayan yang mengalami insiden perahu terbalik dan terombang – ambing di wilayah perairan Kabupaten Majene, Selasa 16 November 2021.

Adapun identitas korban, Muin (40) bersama dengan adiknya Arman (17) sedang berangkat melaut memancing ikan. Keduanya berasal dari desa Somba, kelurahan Masso, kecamatan Sendana kabupaten Majene.

Komandan Kapal POL XIV-2009, Bripka M Ahris Barakasi menjelaskan, berdasarkan laporan dari Kapten kapal KM Tanjung Manis, kedua korban yaitu Muin dan Adiknya Arman berangkat memancing menggunakan perahu Sandek di perairan Sendana Somba, Majene sejauh 11 mil keluar ketengah laut, dan sekitar pukul 08.00 wita terjadi gelombang tinggi dan angin kencang sehingga berniat untuk kembali ke darat, dan pada saat menuju kembali ke darat,

“Gelombang dan angin kencang, dan perahu terbalik pada pukul 08.00 wita dan korban bartahan di perahu hingga pukul 11.30 wita atau 3 jam 30 menit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pertolongan tiba pada saat KM Tanjung manis melintas di perairan majene dari Samarinda tujuan Parepare, dan melihat korban terombang – ambing di perairan Somba, dan terbaca di GPS dengan titik koordinat 03″ 25′ 621′ s/ 118• 50 ‘ 496″ E.

“Pihak KM Tanjung Manis langsung melakukan pertolongan pada pukul 08.00 wita. Setelah itu kapten kapal KM tanjung manis melakukan kordinasi dengan KSOP, Basarnas dan Polairud Parepare, dan langsung menunggu untuk menangani korban di pelabuahan Parepare,” ujarnya.

Setibanya di Pelabuhan Cappa Ujung Parepare kedua korban ditangani tim KKP untuk diperiksa.

“Kondisi kedua korban sehat, dan pada pukul 19.00 wita, diantar pulang ke kampung halaman di Majene menggunakan mobil yang diantar langsung oleh KSOP Parepare,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Kantor KSOP Parepare, Triono mengatakan, pihaknya menerima berita dari KM Tanjung Manis dari Samarinda menuju Parepare.

“Ditemukan dua orang nelayan yang sedang mengalami kecelakaan kapal, dan bertahan selama tiga jam di laut. Keduanya warga Majene,” tandasnya (V-Sanji).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed